REDAKSI88.com – Dugaan perjudian yang disamarkan sebagai permainan ketangkasan menghebohkan Expo Bengkulu Utara. Publik mempertanyakan siapa pihak yang memberi lampu hijau atas arena kontroversial ini.
Sat Intelkam Polres Bengkulu Utara, IPTU Sugeng Prayitno, menegaskan bahwa kepolisian hanya mengeluarkan izin keramaian, bukan izin ketangkasan.
“Kami hanya memberikan izin keramaian dan tidak pernah mengeluarkan izin ketangkasan. Kami pun tidak mengetahui adanya arena ketangkasan,” tegas Sugeng, Minggu (31/8/2025).
Baca Juga: Pembukaan EXPO Bengkulu Utara Dihiasi Praktik Perjudian
Pantauan di lokasi pada malam pembukaan EXPO, Sabtu (30/8/2025) memperlihatkan delapan arena ketangkasan yang menawarkan hadiah menarik, mulai dari peralatan elektronik hingga perlengkapan rumah tangga.
Warga Kota Argamakmur berharap kegiatan yang sejatinya bertujuan memajukan UMKM sekaligus menghadirkan hiburan keluarga ini tidak ternodai oleh praktik ilegal.
"Kalau hanya untuk hiburan tidak masalah, tetapi jika ada uang dimainkan dengan hadiah bernilai tinggi, bisa dikategorikan perjudian," ujar SP.
Baca Juga: Polda Bengkulu Tegaskan Penindakan Anarkis: Profesional, Terukur, dan Sesuai Hukum
Polres Bengkulu Utara memastikan akan menindaklanjuti dugaan perjudian tersebut, dan berkomitmen mengusut tuntas agar tujuan Expo tetap bersih dari praktik melanggar hukum.
Dugaan praktik perjudian ini memicu perhatian serius masyarakat dan menuntut transparansi dalam penyelenggaraan acara publik.
Penyelenggara maupun pihak yang terlibat dapat dijerat Pasal 303 KUHP, yang dapat terancam pidana jika terbukti melanggar.***
Artikel Terkait
BPH Migas Cari Ketua dan Anggota Baru, DPR Seleksi 18 Nama Usulan Prabowo
BBM SPBU Swasta Masih Langka Meski Kuota Impor Naik 10 Persen, Bahlil: Silakan Beli di Pertamina
PLN Garap 2 Proyek Panas Bumi di Bengkulu, Termasuk PLTP Kepahiang 110 MW
Mentan Klaim Harga Beras Turun di 32 Provinsi, Ingatkan Jangan Lebih Rendah dari HET
Terimbas Demo di Jakarta, 12 KA Jarak Jauh Berhenti Luar Biasa di Stasiun Jatinegara
Menpan RB: Indonesia Puncak Bonus Demografi, tapi Produktivitas Belum Optimal