Redaksi88.com – Beredar kabar terkait Presiden Prabowo Subianto disebut-sebut telah mengirimkan surat presiden (surpres) ke DPR untuk pergantian Kapolri dipastikan tidak benar.
Istana menegaskan, hingga kini tidak ada dokumen resmi yang dikirimkan terkait isu tersebut.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menjelaskan bahwa Presiden sama sekali tidak pernah menerbitkan surpres mengenai pergantian pucuk pimpinan Polri.
Baca Juga: Proses Hukum Dihentikan, Ferry Irwandi dan Kapuspen TNI Akhiri Polemik dengan Maaf
"Berdasarkan Surpres pergantian Kapolri ke DPR bahwa itu tidak benar, jadi belum ada Surpres yang dikirim ke DPR mengenai pergantian Kapolri," ujar Prasetyo, Sabtu, 13 September 2025.
Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad.
Ia menegaskan, pimpinan dewan tidak pernah menerima surat resmi dari Presiden mengenai pergantian Kapolri.
"Sebagaimana juga disampaikan pimpinan DPR memang belum ada atau tidak ada Surpres tersebut," kata Prasetyo menambahkan.
Baca Juga: Mentan Amran Klaim Indonesia Bisa Capai Swasembada Beras dalam Tiga Bulan
Saat dimintai konfirmasi secara terpisah, Dasco kembali menegaskan hal yang sama.
"Pimpinan DPR sampai hari ini belum terima Surpres mengenai pergantian Kapolri," ungkapnya kepada wartawan.
Isu pergantian Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebelumnya mencuat setelah gelombang demonstrasi yang berujung ricuh di berbagai daerah.
Sorotan publik semakin menguat usai kasus kematian Affan Kurniawan memicu gelombang kritik keras terhadap institusi kepolisian.
Baca Juga: Huru-hara Demonstrasi di Nepal Dinilai Menjadi Cerminan Luka Lama Monarki yang Belum Sembuh
Artikel Terkait
Isu Pergantian Kapolri Mencuat usai Tragedi Diver Ojol , DPR Tegaskan Belum Terima Surpres
KBRI Dhaka Siapkan Rencana Kontinjensi untuk WNI yang Menetap di Nepal
Huru-hara Demonstrasi di Nepal Dinilai Menjadi Cerminan Luka Lama Monarki yang Belum Sembuh
Mentan Amran Klaim Indonesia Bisa Capai Swasembada Beras dalam Tiga Bulan
Proses Hukum Dihentikan, Ferry Irwandi dan Kapuspen TNI Akhiri Polemik dengan Maaf