Ketika Sirene ‘Tot Tot Wuk Wuk’ Jadi Sindiran Kocak namun Sarat Kritikan Keras Pengguna Jalan Raya

Syamsu Rizal, Redaksi88
- Sabtu, 20 September 2025 | 14:43 WIB
Potret sindiran ‘Tot Tot Wuk Wuk’ terkait simbol prioritas yang dinilai mengganggu para pengguna jalan raya di Indonesia.  (X.com/@Rudi_Komunita)
Potret sindiran ‘Tot Tot Wuk Wuk’ terkait simbol prioritas yang dinilai mengganggu para pengguna jalan raya di Indonesia. (X.com/@Rudi_Komunita)

REDAKSI88.com  – Fenomena sindiran “Tot Tot Wuk Wuk” tengah viral di media sosial sebagai bentuk kritik masyarakat terhadap maraknya penggunaan sirene dan strobo untuk kepentingan pribadi.

Pengguna jalan menilai praktik tersebut membahayakan, terutama saat kemacetan, karena banyak kendaraan sipil maupun rombongan tertentu menggunakan lampu strobo dan sirene seolah membawa misi darurat, padahal tidak memiliki dasar hukum.

Sindiran satir “Stop Tot Tot Wuk Wuk” kemudian menjelma menjadi gerakan protes. Sejumlah pengendara bahkan memasang stiker di kendaraan mereka sebagai bentuk penolakan terhadap perilaku arogan di jalan. 

Baca Juga: Menaker Yassierli Kejar Target Lapangan Kerja, Apa yang Bikin Seleksi Karyawan Masih Tersendat?

Warganet juga menegaskan bahwa sirene dan strobo hanya pantas digunakan oleh kendaraan darurat seperti ambulans dan pemadam kebakaran yang berhubungan langsung dengan nyawa dan keselamatan publik.

Istana Ingatkan Pejabat

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi meminta pejabat negara tidak semena-mena menggunakan fasilitas sirene dan strobo. 

“Tentunya kita harus memperhatikan kepatutan, kemudian memperhatikan ketertiban masyarakat pengguna jalan yang lain. Sehingga bukan berarti menggunakan fasilitas tersebut, jangan semena-mena atau semau-maunya itu,” ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (19/9/2025).

Prasetyo menegaskan penggunaan sirene hanya diperbolehkan dalam kondisi tertentu dan tetap harus menghormati pengguna jalan lain. 

Baca Juga: Menkeu Purbaya Tegaskan Dana Tak Terserap Kementerian, Lembaga dan MBG Akan Ditarik dan Dialihkan

Ia mencontohkan Presiden RI Prabowo Subianto yang kerap tidak menyalakan sirene atau strobo saat mendapat pengawalan. 

“Presiden memberikan contoh, bahwa beliau sendiri sering ikut bermacet-macet. Kalaupun lampu merah juga berhenti, ketika tidak ada sesuatu yang sangat terburu-buru,” katanya.

Kakorlantas Evaluasi Penggunaan Sirene

Kepala Korps Lalu Lintas Polri (Kakorlantas) Irjen Agus Suryonugroho menyatakan fenomena “Tot Tot Wuk Wuk” menjadi masukan bagi evaluasi internal. Ia mengaku sudah menghentikan penggunaan sirene dan strobo dalam pengawalannya.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Tanggapi Soal Cukai Rokok, Sebut Janggal dan Bisa Timbulkan Pengangguran

“Bahkan saya Kakorlantas, saya bekukan untuk pengawalan menggunakan suara-suara itu karena masyarakat terganggu. Apalagi padat, ini kita evaluasi biarpun ada ketentuannya pada saat kapan menggunakan sirene termasuk tot tot,” kata Agus di Mabes Polri.

Halaman:

Editor: Syamsu Rizal

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X