Mengenang 23 Desember 1807, Pemerhati Sejarah Budaya Bengkulu Usul Pergub Patriotisme

Syamsu Rizal, Redaksi88
- Sabtu, 28 September 2024 | 10:48 WIB
Mengenang 27 Desember 1807, Pemerhati Sejarah Budaya Bengkulu Usul Pergub Patriotisme.   (Foto/Benny Benardie)
Mengenang 27 Desember 1807, Pemerhati Sejarah Budaya Bengkulu Usul Pergub Patriotisme. (Foto/Benny Benardie)

Redaksi88.com- Pemerhati sejarah dan budaya Bengkulu, Benny Hakim Benardie berharap pemerintah provinsi Bengkulu membuat peraturan gubernur (Pergub) tentang Peringatan Hari Patriotisme Bengkulu Raya.

Mengingat perlawanan rakyat Bengkulu Raya kala itu melawan kolonialisme, yang melakukan penindasan dan pemaksaan atas hak pribumi.

"Saya usul itu dilaksanakan tiap 23 Desember 1807, saat momentum rakyat Bengkulu Raya melawan dari penindasan, pemaksaan non pribumi hingga akhirnya pembantaian Thomas Parr, residen Inggris di Bencoolen," kata pria yang akrab disapa Cik Ben ini.

Peristiwa 23 Desember 1807 merupakan hari bersejarah bagi rakyat Bengkulu Raya, berjuang dengan seluruh jiwa dan raga mempertahankan atas hak pribumi.

"Gedung Mount Felix, rumah dinas gubernur saat ini merupakan saksi bisu atas perlawanan rakyat Bengkulu Raya kala itu agar negeri Bencoolen bebas dari kolonialisme," ujarnya.

Hari peringatan itu kini urgen, mengingat rasa patriotisme anak negeri mulai luntur akan budaya kebersamaan untuk Indonesia Raya tercinta.

"Khususnya di provinsi Bengkulu. Nantinya peringatan itu dapat dilakukan serentak di kota kabupaten," kata dia.

Bila persoalan ini di aminkan oleh pemerintah provinsi Bengkulu, maka hal ini merupakan pengejawantahan cinta anak negeri dan peduli anak negeri akan kisah kelam masyarakat Bengkulu di masa lampau.

"Kalau anak Bengkulu saja tak peduli akan sejarah dan budaya patriotisme negeri sendiri, apalagi orang lain," tandas Cik Ben.

Lalu, bagaimana mengimplementasikan kecintaan kita kepada negeri ini? Mencintai negeri ini tidak cukup hanya sekadar menjadi pemanis bibir belaka.

"Kecintaan kepada negeri ini harus diwujudkan secara nyata. Sebagai anak negeri, kita harus mencintai negeri kita ini. Mencintai dengan hati dan apa yang harus kita perbuat untuk kemaslahatan negeri ini," pungkas Cik Ben.***

Editor: Syamsu Rizal

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X