Prabowo Ajak Negara D-8 Bersatu Demi Kuatkan Dukungan untuk Palestina

Ibrahim Shiddiq, Redaksi88
- Jumat, 20 Desember 2024 | 10:31 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto dalam acara KTT D-8 Summit di The New Capital President Palace, Kairo, Mesir, Kamis (19/12). (Foto/Istimewa)
Presiden RI Prabowo Subianto dalam acara KTT D-8 Summit di The New Capital President Palace, Kairo, Mesir, Kamis (19/12). (Foto/Istimewa)

REDAKSI88.com, KairoPresiden Prabowo Subianto mengajak negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Ekonomi D-8 untuk mengesampingkan perbedaan dan membangun persatuan guna memperkuat dukungan bagi perjuangan Palestina

Seruan tersebut disampaikan dalam KTT D-8 di The New Capital President Palace, Kairo, Mesir, Kamis (19/12).

Baca Juga: Jelang H-1 Audensi, Mendadak 5 Orang Pengurus FMBP Diperiksa Polres Bengkulu Utara

"Sekali lagi kita harus belajar dari situasi geopolitik yang terjadi di sekitar kita saat ini. Tanpa persatuan, tanpa mengatasi perbedaan, kita tidak bisa kuat. Kita bilang kita dukung Palestina, tapi kalau kita lemah, bagaimana kita bisa dukung Palestina?" tegas Prabowo.

Dalam pidatonya, Prabowo menyoroti kekuatan ekonomi D-8 yang saat ini menjadi blok ekonomi terbesar ketiga di dunia dengan PDB gabungan mencapai USD 4,81 triliun pada tahun lalu. 

Ia juga mengutip laporan PricewaterhouseCoopers (PwC) yang memproyeksikan bahwa negara-negara anggota D-8 akan masuk dalam jajaran 25 ekonomi terbesar dunia pada tahun 2050.

Baca Juga: Setelah 5 Jam Diperiksa di Polres Bengkulu Utara, Pengurus FMBP Didesak Bubarkan Aksi di PT Agricinal

Prabowo menyebutkan potensi besar blue economy (ekonomi biru) dari negara-negara D-8, yang dikelilingi oleh Samudra Atlantik, Laut Mediterania, Lautan Hindia, hingga Samudra Pasifik.

Ia menekankan bahwa dengan nilai total perikanan global mencapai USD 600 miliar, blok D-8 memiliki peluang untuk menjadi kekuatan ekonomi utama dunia.

"Untuk itu kita harus bersatu, kita harus bekerja sama untuk bersatu. Kita harus hidup di balik perbedaan yang ada, kita harus mencari kemaslahatan rakyat kita. Tanpa persatuan, tanpa integrasi, kita akan lemah. Jika kita lemah, kita akan dieksploitasi. Itulah hukum sejarah," ujar Prabowo menutup pidatonya.

Baca Juga: Prabowo Serukan Kolaborasi antar Negara di KTT D-8 Summit Kairo, Optimalkan Ekonomi Maritim

KTT D-8 menjadi panggung bagi Indonesia untuk mendorong solidaritas, baik dalam pengembangan ekonomi maupun dukungan kemanusiaan, terutama bagi Palestina, yang terus menjadi perhatian utama dalam dinamika geopolitik global. ***

Editor: Ibrahim Shiddiq

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat

Sabtu, 18 April 2026 | 13:54 WIB
X