Prabowo Hidupkan Sekolah Rakyat: Pendidikan Gratis untuk Keluarga yang Kurang Mampu

Ibrahim Shiddiq, Redaksi88
- Senin, 6 Januari 2025 | 10:46 WIB
Presiden RI, Prabowo Subianto yang berencana bangun ‘Sekolah Rakyat’ di Indonesia.  (Instagram.com/@prabowo)
Presiden RI, Prabowo Subianto yang berencana bangun ‘Sekolah Rakyat’ di Indonesia. (Instagram.com/@prabowo)

REDAKSI88.com – Presiden RI, Prabowo Subianto, kembali menghidupkan semangat pemerataan pendidikan melalui gagasan mendirikan Sekolah Rakyat yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. 

Langkah ini menjadi terobosan dalam memastikan setiap anak Indonesia, tanpa memandang latar belakang ekonomi, mendapatkan akses pendidikan berkualitas.

Baca Juga: Pratama Arhan Diburu Klub-klub Liga 1, Tetap Prioritaskan Karier Internasional

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin, mengungkapkan bahwa program ini akan berada di bawah naungan Kementerian Sosial.

"Presiden juga ingin membuat sekolah khusus untuk anak-anak yang tidak mampu, dibina langsung di sekolah rakyat," kata Cak Imin usai rapat di Istana Kepresidenan Bogor, Jumat (3/1/2025).

Baca Juga: Pemerintah Luncurkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Mulai 6 Januari 2025, Celios Peringatkan Risiko Korupsi

Pilot Project di Jabodetabek

Sebagai langkah awal, program Sekolah Rakyat akan diuji coba di tiga titik wilayah Jabodetabek. Targetnya adalah anak-anak dari keluarga miskin ekstrem yang membutuhkan pendidikan.

Sekolah ini dirancang dalam format boarding school atau sekolah berasrama. Pendekatan ini dipilih untuk memastikan anak-anak tidak hanya mendapatkan pendidikan, tetapi juga kebutuhan gizi dan lingkungan belajar yang sehat dan kondusif.

Baca Juga: Prabowo Subianto Masuk Daftar 10 Pemimpin Dunia Paling Berpengaruh 2025

"Sebetulnya yang diutamakan boarding school-nya sehingga gizinya tertangani," tegas Cak Imin.

Selain pendidikan gratis, program ini diharapkan menjadi solusi konkret dalam memutus rantai kemiskinan melalui pemberdayaan anak-anak dari keluarga prasejahtera.

Dari Sekolah Elite ke Sekolah untuk Rakyat

Dulunya, pendidikan di Indonesia hanya untuk kaum ningrat. Pada masa penjajahan, sekolah seperti HIS dan AMS hanya dapat diakses oleh elite pribumi dan warga Belanda.

Baca Juga: HMPV Merebak di China, Akankah Virus Ini Menjadi Ancaman Global seperti COVID-19?

Pasca kemerdekaan, pendidikan rakyat mulai menjadi hak semua warga negara. Kini, sekolah rakyat kembali dihidupkan dengan semangat baru untuk pemerataan pendidikan nasional.

Halaman:

Editor: Ibrahim Shiddiq

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X