By: Theresia Sinaga
Tidur adalah fondasi kesehatan yang sering terlupakan. Tidur sering sekali dianggap sebagai kegiatan yang menyita waktu dan dapat dikurangi.
Padahal, tidur adalah kebutuhan dasar manusia yang tak kalah pentingnya seperti makan dan minum.
Tidur mempengaruhi kualitas hidup secara keseluruhan, seperti kesehatan fisik, kesehatan mental, cara berpikir, bekerja, belajar dan berinteraksi sosial.
Baca Juga: Budi Gunawan: Prabowo Perintahkan Aparat Tak Boleh Ragu dan Tegas Berantas Korupsi
Tidur juga merupakan cara untuk memulihkan energi yang telah digunakan tubuh untuk beraktivitas seharian dan mengembalikan kondisi tubuh ke tingkat lebih optimal.
Tidur cukup dapat diartikan sebagai waktu tidur yang memuaskan dengan durasi yang pas dan dengan kualitas tidur yang baik. Rekomendasi tidur cukup bagi rentang usia 18-25 tahun adalah 7-9 jam per malamnya.
Salah satu fungsi utama tidur adalah memperbaiki sel dan jaringan yang rusak akibat aktivitas sehari-hari, hormon pertumbuhan yang berperan penting dalam proses perbaikan diproduksi secara optimal saat kita tidur.
Baca Juga: Kepala Desa Air Petai Diduga Selewengkan Dana Desa untuk Pembangunan Gedung UKS PAUD
Fungsi kedua dari tidur adalah konsolidasi memori, saat tidur otak memproses informasi yang diperoleh sepanjang hari dan mengonsolidasikannya menjadi ingatan jangka panjang.
Proses ini sangat penting dalam hal belajar dan mengingat, karena kurang tidur dapat mengganggu konsolidasi memori yang membuat kita kesulitan mengingat pelajaran atau informasi penting lainnya.
Fungsi yang ketiga adalah regulasi emosi, tidur yang cukup membantu mengatur emosi dan menjaga keseimbangan suasana hati, kurang tidur dapat menimbulkan resiko mengalami gangguan mood, kecemasan, dan depresi yang membuat kita menjadi sensitif.
Kemudian fungsi yang keempat adalah meningkatkan produktivitas, ketika kita tidur dengan cukup, tubuh dan pikiran akan terasa segar dan bugar.