Menariknya, hampir semua keramik yang ditemukan berasal dari China era Dinasti Tang, sekitar abad ke-9 hingga ke-10 Masehi.
Saat itu, keramik merupakan barang mewah sekaligus komoditas utama perdagangan internasional.
“Pada masa Dinasti Tang, keramik dianggap seperti harta berharga yang diperdagangkan ke berbagai belahan dunia,” terang Eka Asih dalam studi yang sama.
Meski demikian, penelitian arkeologi menunjukkan kapal karam di Cirebon kemungkinan bukan buatan China maupun Arab, melainkan dibuat di Nusantara.
Baca Juga: Mau Cuan Tambahan? Cek 6 Game Penghasil Saldo DANA Gratis 2025
Hal ini terlihat dari kemiripan keramik yang ditemukan di Cirebon dengan temuan di wilayah Sumatera Selatan.
“Hasil penelitian menunjukkan temuan keramik di Cirebon sama dengan di Palembang, pusat Kerajaan Sriwijaya,” jelas Eka.
Selain keramik, peneliti Michael S. Krzemnick dan tim juga menemukan 12.000 mutiara, ribuan permata, hingga emas dari lokasi tersebut.
“Temuan ini luar biasa karena menunjukkan jejak perdagangan global yang sudah berlangsung seribu tahun lalu,” kata Michael dalam jurnal Radiocarbon Age Dating of 1,000-Year-Old Pearls from the Cirebon Shipwreck (2017).
Baca Juga: Ini Daftar Pinjol Cepat Cair dan Mudah yang Legal OJK 2025
Hingga kini, kisah penemuan itu dikenal luas sebagai Cirebon Wreck, sebuah penemuan yang menghubungkan jejak perdagangan kuno Nusantara dengan peradaban besar Asia pada masanya.***
Artikel Terkait
Prabowo Beri Peringatan, Tegaskan Tak Akan Lindungi Jenderal Maupun Partai yang Terlibat Tambang Ilegal
Jelang 17 Agustus, Roy Suryo Cs Minta Pemeriksaan soal Ijazah Jokowi Ditunda, Polisi: Kami Tangani Sesuai SOP
Buntut 6 Tahun Silfester Matutina Belum Dieksekusi, Pengacara Roy Suryo Laporkan Kajari Jaksel ke Kejagung
Tren Modifikasi Lampu Bi-LED Mobil, Picu Keluhan Pengendara Lain karena Silau di Jalan Raya
Diburu Dunia, Ciplukan Buah Asli Indonesia untuk Obat Alami Radang Usus hingga Kanker