“Ini dia ada bekas suntik, terus turun ke bawah, lanjut ke batangnya. Lalu membusuk langsung. Lihat kan?” ungkapnya sambil menunjuk titik di salah satu pohon pisangnya.
Menanggapi pertanyaan warganet terkait kemungkinan penyakit tanaman, Siti Haliza menyatakan bahwa dirinya memahami perbedaan antara penyakit dan tindakan peracunan.
“Kami tahu mana penyakit, mana diracun. Kenapa? Karena kami ada bukti suntikan di batangnya. Kami tinggal ini cuma 2 hari, ditinggal masih hijau masa dua hari langsung item?” terangnya.
“Ada bekas suntikannya dan cairan yang mengalir. Terus kalian tahu di ujung sana, di bagian bawah, di tanahnya ada olinya. Kerjaan siapa coba?” imbuhnya.
Baca Juga: PT SKI dan Promedia Realisasikan Program Ganti Atap Rumah Wartawan di Bogor
Tuai Simpati Warganet
Unggahan tersebut telah ditonton lebih dari 1,2 juta kali dan menuai beragam respons dari warganet. Banyak di antaranya menyampaikan simpati dan dukungan kepada Siti Haliza.
“Ya Allah, 600 pohon. Semoga diganti rezeki berlipat ganda kak, padahal mau berbuah,” tulis akun @els***4.
“Kasihan petaninya, padahal menanam, merawat itu perlu tenaga dan modal. Semoga dapat ganti rezeki dari jalan yang lain kak,” tulis akun @u20*****9.
“600 pohon pisang nggak kebayang secapek apa ngurusnya, belum lagi cuaca yang berubah-ubah. Semangat kakaknya, semoga rezeki diganti berlipat,” tulis akun @rac***_.***
Artikel Terkait
Perkuat Sinergi Informasi, Kapolda Bengkulu Terima Audiensi Pengurus JMSI
PT SKI dan Promedia Realisasikan Program Ganti Atap Rumah Wartawan di Bogor
Teungku Nyak Sandang, Donatur Pesawat Pertama RI Seulawah 001 Wafat pada Usia 100 Tahun
Perdana di Palopo, Kejaksaan Negeri Terapkan Mekanisme Plea Bargain
Bupati Bengkulu Utara dan BEM UNRAS Sepakat Akhiri Polemik Terkait Miskomunikasi