Lagi-lagi Mediasi Gagal, PT Agricinal Dinilai Ingkari Kesepakatan dan Memperkeruh Situasi

Syamsu Rizal, Redaksi88
- Selasa, 3 Desember 2024 | 21:05 WIB
Mediasi dua hari berturut-turut, yakni pada Senin  (2/12) di Polsek Putri Hijau dan pada Selasa (3/12) di kantor Agricinal. Namun, hasilnya tetap nihil dan PT Agricinal dinilai tidak kooperatif.  (Foto/Istimewa)
Mediasi dua hari berturut-turut, yakni pada Senin (2/12) di Polsek Putri Hijau dan pada Selasa (3/12) di kantor Agricinal. Namun, hasilnya tetap nihil dan PT Agricinal dinilai tidak kooperatif. (Foto/Istimewa)

REDAKSI88.com, Bengkulu Utara- Rangkaian mediasi terkait konflik agraria antara PT Agricinal dan Forum Masyarakat Bumi Pekal (FMBP) Bengkulu Utara terus berlanjut tanpa mencapai titik temu hingga kini.

Mediasi dilaksanakan dua hari berturut-turut, yakni pada Senin (2/12) di Polsek Putri Hijau dan pada Selasa (3/12) di kantor Agricinal. Namun, hasilnya tetap nihil, karena PT Agricinal dinilai tidak kooperatif.

"Mediasi yang kita laksanakan selama dua hari ini tidak juga menemukan titik terang, meski melibatkan perwakilan PT Agricinal, dan Kapolsek Putri Hijau sebagai mediator. Masyarakat tetap menuntut hak atas lahan yang mereka klaim telah dimiliki jauh sebelum kehadiran Agricinal," kata Jubir FMBP, Ponco Mujiharjo. Selasa (3/12/2024). 

Baca Juga: Respons Kenaikan UMP 2025, Menaker Paparkan Kajian Mendalam dan Laporan ke Prabowo

Konflik ini dipicu oleh perbedaan klaim atas lahan. Masyarakat berpedoman berdasarkan hak mereka pada surat pernyataan pelepasan HGU PT Agricinal untuk masyarakat.

Sementara PT Agricinal tetap berpegang pada peta lama yang menyatakan bahwa lahan tersebut merupakan bagian dari area inklave HGU mereka.

"PT Agricinal juga tidak dapat menunjukkan dokumen asli pembaruan lima sertifikat HGU mereka dalam rapat, yang menjadi salah satu tuntutan masyarakat desa penyangga," terang Ponco.

Baca Juga: Para Pimpinan Perusahaan AS Temui Prabowo di Istana, Puji Kinerja Kabinet Merah Putih

Lanjut Ponco, masyarakat telah menunjukkan itikad baik dengan memberikan kelonggaran bagi PT Agricinal untuk tetap beroperasi dengan membuka blokade jalan hingga Senin.

Namun, PT Agricinal mengingkari kesepakatan dengan masyarakat dan mencoba mempropagandakan isu yang memperkeruh situasi yang ada saat ini.

"Sekarang masyarakat diisukan membuat kericuhan, kami tegaskan kembali bahwa masyarakat tetep kondusif tidak ada kericuhan. Masyarakat tetap mengikuti mekanisme dan prosedur yang ada," tegas Ponco.

Baca Juga: Pj Wali Kota Pekanbaru Kena OTT, KPK Pasang Segel di Kantor

Lebih jauh kata Ponco, kegagalan mediasi ini memperburuk kepercayaan masyarakat terhadap PT Agricinal, karena tidak menghormati kesepakatan dan cenderung memancing konflik lebih jauh.

"Aksi blokade kembali kami lakukan. Kami minta agar PT Agricinal memenuhi tuntutan dengan menunjukkan dokumen terbaru dan menghormati kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya," pungkas Ponco.

Editor: Syamsu Rizal

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X