Dia menjelaskan, aksi ini telah merugikan perusahaan secara finansial. Jika tidak segera diatasi, kerugian tersebut bisa berdampak pada kesejahteraan karyawan yang bergantung pada PT SIL.
Kasus terbaru terjadi sehari sebelumnya, ketika tiga truk dan satu mobil pick-up ditahan di pos penjagaan karena diduga mengangkut hasil panen ilegal dari kebun perusahaan.
Setelah menutup akses dan mengamankan barang bukti, PT SIL segera melaporkan insiden tersebut ke Polres Bengkulu Utara.***