Dia menjelaskan, aksi ini telah merugikan perusahaan secara finansial. Jika tidak segera diatasi, kerugian tersebut bisa berdampak pada kesejahteraan karyawan yang bergantung pada PT SIL.
Kasus terbaru terjadi sehari sebelumnya, ketika tiga truk dan satu mobil pick-up ditahan di pos penjagaan karena diduga mengangkut hasil panen ilegal dari kebun perusahaan.
Setelah menutup akses dan mengamankan barang bukti, PT SIL segera melaporkan insiden tersebut ke Polres Bengkulu Utara.***
Artikel Terkait
Polisi Selidiki Motif di Balik Rudapaksa Priguna Anugerah yang Memerkosa Korban Saat Ayahnya Kritis
Kekosongan Dubes AS di Tengah Kebijakan Tarif Resiprokal Trump: Bagaimana Dampaknya bagi Indonesia?
Indonesia Siapkan Strategi Negosiasi Hadapi Tarif AS meski Posisi Dubes di Washington Lowong
Polisi Temukan Korban Baru, Ungkap Modus Serupa dalam Kasus Priguna Anugerah yang Masih Berstatus Pasien RSHS
Update Perang Dagang AS vs China: China Naikkan Tarif Impor Barang AS Menjadi 125 persen
Letusan Senjata Pecah, Polisi Bubarkan Massa Penjarah Sawit PT SIL di Bengkulu Utara