REDAKSI88.com – Marhani, seorang ibu yang sehari-hari bekerja sebagai pengupas bawang, mengaku lega karena putranya, Muhammad Raihan Firmansyah, kini bisa bersekolah di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 26 Makassar.
Program pendidikan gratis yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto itu disebut sangat meringankan beban keluarganya.
“Merasa terima kasih sekali ada Sekolah Rakyat begini. Alhamdulillah, bersyukur sekali dengan anak saya sekolah di sana. Setidaknya mengurangi sedikit beban ekonomi, karena semua di sana ditanggung. Ya, berkah buat keluarga kami, buat Raihan terutama,” ujar Marhani di rumahnya, Jumat (11/9).
Baca Juga: Ketika Sirene ‘Tot Tot Wuk Wuk’ Jadi Sindiran Kocak namun Sarat Kritikan Keras Pengguna Jalan Raya
Marhani menuturkan, ia mendapat upah Rp1.000 per kilogram bawang yang dikupas. Raihan bersama empat saudaranya kerap membantu pekerjaan itu.
“Kalau misalnya ada bawang masuk, yang pergi angkut rumahnya bos, baru dibawa ke rumah. Setelah itu bersih, dibawa lagi ke sana, ditimbang,” katanya.
Suaminya membuka bengkel tambal ban, namun penghasilannya tidak menentu karena sepi pelanggan.
Baca Juga: Akhir Cerita Ledakan Misterius di Pamulang, dari Dugaan Meteor hingga Bocornya Gas
Di tengah keterbatasan itu, Marhani mengaku terharu anaknya bisa melanjutkan pendidikan. Ia berharap Raihan bisa meraih cita-citanya menjadi polisi.
“Belajar yang baik, semoga cita-citamu tercapai,” pesannya.
Ia juga menyampaikan harapan agar program Sekolah Rakyat tepat sasaran. “Mudah-mudahan masih banyak lagi yang seperti kami bisa bersekolah. Terima kasih, Pak Prabowo,” ujarnya.
Raihan mengaku tidak menyangka dapat bersekolah kembali mengingat kondisi ekonomi keluarganya.
“Saya tidak kebayang akan sekolah lagi, karena memang keadaan ekonomi keluarga saya lagi sulit,” ucapnya.