Situasi ini semakin memanas karena upaya konfirmasi dari pihak Kecamatan Air Besi juga terkesan diabaikan.
Wartawan yang mencoba menghubungi Camat Air Besi, Syahru Ramadhan, belum mendapatkan respons, meski panggilan dan pesan telah dilayangkan.
Kasus ini bukan hanya memicu keresahan di kalangan masyarakat, tetapi juga menjadi simbol kemandekan birokrasi yang perlu segera diselesaikan.
Baca Juga: JMSI Bengkulu Gelar Sosialisasi untuk Dorong Partisipasi Perempuan dalam Pemilihan Walikota 2024
Jika dibiarkan berlarut-larut, bukan tidak mungkin kepercayaan masyarakat terhadap aparatur desa akan semakin tergerus.
Kini, seluruh mata tertuju pada pihak Kecamatan Air Besi untuk segera mengambil tindakan tegas demi kebaikan bersama.
Masyarakat Desa Kota Agung hanya berharap, roda pemerintahan desa kembali berjalan lancar dengan aparatur yang benar-benar bekerja untuk kepentingan mereka.***