daerah

Forum Masyarakat Bumi Pekal Tuntut Pemecatan Senior Manager PT Agricinal, "Ini Soal Harga Diri Masyarakat Pekal"

Rabu, 6 November 2024 | 16:21 WIB
Forum Masyarakat Bumi Pekal yang tengah menggelar aksi damai di jalan utama PT Agricinal. (Foto/Istimewa)

Redaksi88.com, Bengkulu Utara–Ratusan warga lima desa penyangga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Bumi Pekal (FMBP) menggelar aksi damai, dengan menutup akses jalan utama PT Agricinal, Kecamatan Putri Hijau. Rabu (06/11/2024).

Aksi ini dipicu oleh berbagai ketidakpuasan terhadap perusahaan terkait konflik Hak Guna Usaha (HGU), dan tuntutan pemecatan Senior Manager (SM) PT Agricinal berinisial BS.

Forum menilai bahwa tindakan manajer tersebut, yang diduga "menghina" suku Pekal, merupakan penghinaan terhadap harga diri dan identitas masyarakat setempat.

Baca Juga: Bergejolak! Forum Masyarakat Bumi Pekal Tutup Jalan PT Agricinal, Warga Desak Penyelesaian Masalah HGU

Ketua Forum Masyarakat Bumi Pekal, Sosri, menyampaikan bahwa aksi damai kali ini merupakan ungkapan kekecewaan mendalam terhadap perusahaan yang dinilai tidak memperhatikan keharmonisan sosial dengan masyarakat sekitar.

Insiden penghinaan yang dilakukan BS disebutnya telah menyulut emosi masyarakat, sehingga tidak bisa dibiarkan berlalu begitu saja.

Dalam pernyataannya, Sosri menekankan bahwa aksi damai ini akan berlangsung kondusif, tanpa adanya tindakan anarkis. Namun, tuntutan pemecatan BS tidak dapat ditawar.

Baca Juga: Rangkuman Terobosan 15 Hari Pemerintahan Prabowo, Tangkap Puluhan Koruptor hingga Copot Pejabat

“Kami tetap menciptakan kondusifitas, kami pastikan tidak ada anarkis dalam aksi ini. Tapi kami meminta BS dipecat dari jabatannya karena telah menghina suku Pekal. Bagi kami, haram bagi dia untuk menginjakkan kaki di Bumi Pekal,”kata Sosri.

Lebih lanjut, Sosri menyatakan bahwa aksi ini akan terus berlanjut sampai PT Agricinal memenuhi tuntutan masyarakat.

Bagi mereka, pemecatan BS bukan hanya soal personal, melainkan simbol dari harga diri dan kehormatan suku Pekal yang telah dilukai.

Baca Juga: Raih Gelar Doktor Hukum Cumlaude, Setia Untung Dorong Penguatan Zona Integritas

“Ini harga diri masyarakat Pekal. Siapapun yang menghina suku kami harus angkat kaki dari Tanah Bumi Pekal,” pungkas Sosri dengan tegas.

Aksi ini menjadi bukti kesolidan masyarakat Pekal dalam mempertahankan martabat mereka.

Halaman:

Tags

Terkini