daerah

Mediasi Konflik PT Agricinal, Warga Bumi Pekal Tetap Berpegang pada Dua Tuntutan yang Belum Dipenuhi

Rabu, 13 November 2024 | 09:28 WIB
Momen mediasi konflik PT Agricinal, dengan warga Bumi Pekal yang tetap berpegang pada dua tuntutan yang belum dipenuhi. (Foto/Istimewa)

REDAKSI88.com, Bengkulu Utara — Mediasi konflik antara PT Agricinal dan warga Bumi Pekal, yang difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara pada Selasa (12/11/2024), membuahkan sejumlah kesepakatan.

Namun, dari lima tuntutan yang diajukan warga, dua di antaranya masih belum mendapatkan kepastian. Pertemuan ini dilaksanakan secara tertutup dengan dihadiri oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Ketua Forum Masyarakat Bumi Pekal, Sosri, mengungkapkan bahwa meskipun mediasi berjalan lancar dan menghasilkan beberapa kesepakatan, dua tuntutan warga masih menemui jalan buntu.

Baca Juga: Kisah Korban Selamat dari Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang, Ungkap Kondisi Jalan hingga Dentuman Keras Truk Tronton

"Mediasi kali ini cukup baik, tetapi dua tuntutan kami belum ada titik terang," ujar Sosri.

Menurutnya, dua tuntutan yang belum direalisasikan adalah pencabutan laporan terhadap seorang warga atas tuduhan kekerasan yang sedang ditangani pihak berwajib, serta permintaan warga agar senior manager PT Agricinal dicopot dan dilarang kembali ke tanah Bumi Pekal.

"Kami tetap berpegang pada tuntutan agar seluruh poin dipenuhi. Hingga kini, dua tuntutan ini masih belum jelas kepastiannya," tegas Sosri.

Baca Juga: Konflik Agraria PT Agricinal dan Warga Lima Desa di Bengkulu Utara, Rapat Tertutup Tanpa Peliputan Media

Meskipun demikian, Sosri memberikan apresiasi kepada Pemkab Bengkulu Utara atas inisiatifnya dalam memfasilitasi mediasi yang menghasilkan sejumlah kesepakatan.

Salah satu poin penting adalah kesediaan PT Agricinal untuk menunjukkan titik batas Hak Guna Usaha (HGU), dengan pengukuran yang akan diawasi oleh pihak terkait pada Kamis mendatang.

"Kesepakatan tentang pemasangan patok batas HGU adalah langkah positif yang kami sambut baik. Kami siap menunggu pihak terkait untuk pelaksanaan pengukuran tersebut," tutup Sosri.***

Tags

Terkini