REDAKSI88.com, Bengkulu Utara — Rapat evaluasi konflik agraria antara PT Agricinal dan warga lima desa penyangga di ruang Command Center Setdakab Bengkulu Utara berlangsung tertutup. Selasa (12/11/2024).
Keputusan untuk tidak membuka akses bagi media menimbulkan tanya, mengingat pertemuan serupa pada 4 November lalu digelar terbuka, memberi kesempatan awak media meliput permasalahan yang telah lama berlarut ini.
Kepala Badan Kesbangpol Bengkulu Utara, Suryadi, S.STP, MSi, mengonfirmasi rapat kali ini memang tertutup atas arahan pimpinan.
Baca Juga: Olahraga Sebagai Solusi Kesehatan, Manfaat Aktivitas Fisik untuk Mencegah Penyakit
"Maaf kepada rekan-rekan media, arahan pimpinan agar rapat evaluasi kali ini tertutup. Kami mohon agar ini dimaklumi," ujar Suryadi dengan nada diplomatis.
Rapat penting ini menghadirkan tokoh-tokoh kunci seperti pimpinan PT Agricinal, kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), serta pejabat dari Balai Wilayah, yang absen dalam pertemuan sebelumnya.
Selain itu, turut hadir sepuluh perwakilan warga dari desa penyangga, yang selama ini menuntut kejelasan hak atas tanah yang diklaim perkebunan sawit PT Agricinal.
Baca Juga: Kecelakaan dan Misteri Tol Cipularang, Kisah Tragis dan Aura Mistis di KM 90 hingga 100
Keamanan dalam rapat tertutup kali ini terlihat sangat ketat. Setiap undangan, termasuk perwakilan warga, pejabat kecamatan, dan tokoh desa, harus melalui pemeriksaan tubuh sebelum memasuki ruangan.
Barang pribadi, terutama telepon genggam, dilarang keras dibawa masuk dan harus dititipkan di luar ruang rapat demi menjaga keamanan serta fokus jalannya diskusi.***
Artikel Terkait
Wajib tahu! Beberapa Buah Ini Dapat Meningkatkan Fungsi Otak Serta Mencegah Kepikunan
Trump Puji Prabowo, Luar Biasa yang Anda Lakukan di Indonesia, Saya Hormat!
Cegah Defisit-Gagal Bayar, BPJS Kesehatan Rencanakan Kenaikan Iuran Tahun 2025
Prabowo Bertemu Para Pimpinan Perusahaan AS, Mereka Percaya dengan Ekonomi Indonesia
55 Kasus Pelanggaran Netralitas Selama Kampanye, Jawa Tengah di Peringkat Empat Provinsi Rawan dalam Netralitas Kampanye
Kecelakaan dan Misteri Tol Cipularang, Kisah Tragis dan Aura Mistis di KM 90 hingga 100