destinasi

Warisan Sejarah, Wisata di Trans Kolonial Kemumu Bengkulu Utara

Kamis, 10 Oktober 2024 | 13:45 WIB
Warisan Sejarah, Wisata di Trans Kolonial Kemumu Bengkulu Utara. (Foto/Jadesta)

Kehidupan masyarakat Kemumu pada masa itu berpusat pada pertanian, terutama pengolahan lahan baru yang dialokasikan oleh pemerintah kolonial.

Para transmigran menghadapi tantangan berat berupa lingkungan yang keras, hutan yang belum dibuka, dan minimnya infrastruktur.

Namun, karena sebagian besar penduduk berasal dari Jawa, mereka membawa budaya agraris yang kuat, serta kemampuan bertani yang membantu mereka beradaptasi dengan kondisi tersebut.

Selain bekerja di bidang pertanian, masyarakat di Kemumu juga harus tunduk pada kebijakan-kebijakan kolonial yang mengatur berbagai aspek kehidupan, termasuk pajak dan kewajiban-kewajiban lain yang dibebankan oleh pemerintah Belanda.

Baca Juga: Mengenal Tradisi Malamang Sambut Bulan Ramadhan di Sumatera Barat

Kehidupan sosial masyarakat juga dipengaruhi oleh sistem pemerintahan tradisional, di mana pemerintahan desa masih dipegang oleh kepala suku atau depati hingga masa pemerintahan resmi mulai ditunjuk setelah tahun 1954.

Meskipun kehidupan di bawah pemerintahan kolonial penuh dengan tantangan, hubungan antar sesama pendatang dari Jawa cukup kuat, dan budaya Jawa tetap terpelihara dengan baik di lingkungan desa ini.

Warisan transmigrasi ini masih terlihat hingga sekarang, terutama dalam adat dan tradisi Jawa yang tetap dijaga oleh masyarakat setempat.

Peran transmigrasi dalam perkembangan Desa Kemumu

Transmigrasi memainkan peran yang sangat penting dalam perkembangan Desa Kemumu, yang sebelumnya dikenal sebagai Desa Sido Mulyo.

Baca Juga: Mengenal Tradisi Tabuik di Pariaman, Ini Sejarahnya

Program transmigrasi yang dimulai pada masa kolonial Belanda bertujuan untuk memindahkan penduduk dari pulau Jawa, yang padat penduduk, ke wilayah-wilayah yang lebih jarang penduduknya, seperti Bengkulu.

Ini dimaksudkan untuk membuka lahan pertanian baru, mengurangi tekanan populasi di Jawa, serta meningkatkan kontrol kolonial terhadap wilayah-wilayah terpencil.

Penduduk yang didatangkan melalui program ini mayoritas berasal dari Jawa Tengah. Mereka membawa serta pengetahuan dan keterampilan dalam bidang pertanian, yang menjadi dasar utama perekonomian di desa ini.

Transmigran membuka lahan-lahan baru, mengolah tanah, dan mulai membangun infrastruktur dasar. Peran mereka dalam pertanian membantu wilayah tersebut berkembang secara ekonomi, dan mereka berperan besar dalam pembentukan karakter budaya dan sosial desa ini.

Halaman:

Tags

Terkini