ekonomi

OJK Tegaskan Perbankan RI Stabil dan Kuat Meski Kredit Melambat

Minggu, 24 Agustus 2025 | 13:34 WIB
Foto Ilustrasi - OJK menyebut kinerja perbankan tetap stabil meski kredit melambat. (freepik/snowing)

Redaksi88.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan kinerja industri perbankan nasional tetap berada dalam kondisi stabil meskipun pertumbuhan kredit menunjukkan perlambatan.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menegaskan ketahanan perbankan Indonesia masih terjaga di tengah dinamika ekonomi maupun politik global.

“Kinerja perbankan diproyeksikan tetap stabil meskipun terdapat perlambatan pertumbuhan kredit yang sejalan dengan siklus ekonomi,” ujar Dian dalam keterangan resmi, Minggu, 24 Agustus 2025.

Baca Juga: Tuai Kritik Warganet soal Tunjangan Rumah DPR, Nafa Urbach Sampaikan Permintaan Maaf

Data OJK mencatat, pada Juli 2025 pertumbuhan kredit perbankan mencapai 7,03 persen secara tahunan (year on year/yoy). 

Meski adanya perlambatan, kualitas aset masih tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) berada di level 2,28 persen, sementara Loan at Risk (LaR) turun menjadi 9,68 persen.

Pertumbuhan kredit juga didukung oleh sektor investasi yang meningkat 12,42 persen yoy, terutama di sektor berbasis ekspor seperti pertambangan dan perkebunan. 

Baca Juga: BI Catat Uang Beredar Juli 2025 Tumbuh 6,5 Persen, Likuiditas Perekonomian Nasional Tetap Terjaga

Selain itu, sektor transportasi, industri, serta jasa sosial juga turut mendorong kinerja perbankan pada kuartal II/2025.

Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 7 persen yoy, sehingga menjaga kecukupan likuiditas perbankan. 

Rasio alat likuid terhadap non-core deposit (AL/NCD) dan terhadap DPK (AL/DPK) masing-masing tercatat sebesar 119,43 persen dan 27,08 persen, jauh di atas ambang minimum 50 persen dan 10 persen.

Baca Juga: Kisah Inspiratif Susan Wojcicki, Perempuan di Balik Kesuksesan Google dan YouTube

Menurut Dian, kondisi tersebut menjadi bukti kuatnya daya tahan perbankan nasional. 

“Industri perbankan Indonesia masih menunjukkan resiliensi yang kuat dengan kinerja yang positif terhadap dinamika global yang terjadi,” tegasnya.

Halaman:

Tags

Terkini