ekonomi

Ekonom: Revolusi AI di Ambang Peluang sekaligus Ancaman Nyata bagi Masa Depan Karier Gen Z

Senin, 25 Agustus 2025 | 11:28 WIB
Ilustrasi artificial intelligence (AI) yang menjadi peluang dan ancaman nyata bagi Generasi Z. (Freepik.com)

Redaksi88.com – Masifnya penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di dunia kerja kini mulai menimbulkan kekhawatiran baru, terutama bagi Generasi Z atau Gen Z yang banyak berkarier di sektor teknologi.

Ekonom senior Goldman Sachs, Joseph Briggs, menegaskan revolusi AI saat ini berada di titik krusial yang menawarkan peluang sekaligus ancaman nyata bagi masa depan Gen Z.

“Para pekerja Gen Z di bidang teknologi adalah yang paling berisiko digantikan oleh teknologi ini,” ungkap Briggs, dikutip dari Times of India, Minggu, 24 Agustus 2025.

Baca Juga: JMSI Perkuat Diplomasi Media, Siap Teken MoU dengan Asosiasi Wartawan Tiongkok

Meski adopsi AI di lingkungan perusahaan global pada 2025 masih tergolong tahap awal, dampaknya sudah terlihat jelas. 

Data Goldman Sachs mencatat, ancaman nyata terlihat dari tingkat pengangguran di kalangan usia 20 hingga 30 tahun yang meningkat sekitar tiga poin persentase sejak awal tahun 2025. 

Briggs menyebut bahwa kenaikan ini jauh lebih tinggi dibandingkan pekerja senior maupun profesional di sektor lain.

Baca Juga: Datang Tiba-tiba! Begini Cara Mengobati Sakit Gigi Secara Alami

Dampak lain juga terlihat adalah menurunnya jumlah lowongan kerja. Data terbaru menunjukkan, jumlah untuk posisi pemula di sektor teknologi Amerika Serikat turun 35 persen sejak 2023.

Meski demikian, peluang dari revolusi AI kian tampak, salah satunya dari  strategi yang banyak dipilih Gen Z yakni mengikuti pelatihan intensif dan sertifikasi teknologi tertentu. 

Selain itu, tak sedikit pula yang beralih ke jalur kewirausahaan dengan memanfaatkan keterampilan digital untuk membangun usaha sendiri, demi lepas dari ketergantungan pada perusahaan besar.

Baca Juga: Ini Cara Alami Mengobati Sakit Gigi yang Datang Tiba-tiba

"Namun, tak sedikit pula yang merasa pesimistis. Revolusi AI yang berlangsung cepat dipandang bisa semakin menyulitkan mereka membangun karier jangka panjang di sektor ini," terang Briggs.

Pada akhirnya, Gen Z dituntut memandang kecerdasan buatan bukan hanya sebagai inovasi, tetapi juga tantangan besar yang akan menentukan arah perjalanan karier mereka ke depan.***

Tags

Terkini