ekonomi

Proyek Pani EMAS Diproyeksikan Jadi Tambang Emas Primer Terbesar di Asia Pasifik

Sabtu, 27 September 2025 | 12:48 WIB
Prospek PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) sebagai emiten baru di pasar modal dinilai cukup positif. (Dok. EMAS)

Redaksi88.com – PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS), emiten baru di pasar modal, dinilai memiliki prospek cerah setelah memasuki fase produksi yang akan dimulai dalam waktu dekat.

Sebagai informasi, EMAS merupakan anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA), perusahaan yang mengelola tambang Tujuh Bukit di Banyuwangi serta tambang tembaga Wetar. 

Saat ini, EMAS juga menangani Proyek Emas Pani di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, dengan estimasi sumber daya sekitar 7 juta ons emas. Produksi komersial ditargetkan mulai berjalan pada kuartal I/2026.

Baca Juga: SE Melarang, Anggaran Terealisasi: Misteri Ratusan Juta Perjalanan Dinas Bidang SDA PUPR Bengkulu Utara

Proyek Pani dirancang sebagai tambang berbiaya rendah dan berumur panjang dengan target produksi puncak mencapai 500.000 ons per tahun. 

Berdasarkan prospektus yang dipublikasikan perseroan, total sumber daya emas diperkirakan mencapai 7 juta ons.

Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia, menilai valuasi EMAS sangat bergantung pada prospek masa depan Proyek Pani. 

Baca Juga: Bupati ASA Mutasi ASN Bengkulu Utara, Tegaskan Kinerja Harus Transparan dan Bebas Korupsi, Berikut Daftar Lengkapnya

“Dan berpotensi menjadi salah satu tambang emas primer terbesar di Asia Pasifik,” ujarnya, Jumat (26/9/2025).

Liza menjelaskan, Proyek Pani menargetkan kapasitas produksi 145 ribu ons per tahun dengan cash cost sekitar US$800 per ons dan AISC US$990 per ons. 

Saat ini, posisinya masih berada di angka 115.000 ons per tahun dengan cash cost US$1.017 per ons dan AISC US$1.337 per ons.

Baca Juga: Ingar Kasus Keracunan Massal, Dapur ‘Ngebul’ MBG Dinilai Bikin Sepi Kantin Sekolah

Dengan asumsi kapasitas terpakai 90 persen, produksi Pani diperkirakan mencapai 130.000 ons. 

Jika digabungkan, total produksi emas MDKA sebagai induk EMAS pada tahun depan diproyeksikan mencapai 235.000 ons.

Halaman:

Tags

Terkini