“Willie Salim datang jam 05.30 WIB ke Benteng Kuto Besak, es durian mulai dimasak jam 18.00 WIB sore, rendang baru mulai dimasak jam 19.00 WIB. Artinya, ini bukan untuk menu buka puasa," tegasnya.
Meskipun Rendy tidak membenarkan tindakan warga yang mengambil rendang sebelum waktunya, ia menilai konten Willie telah menciptakan narasi yang merugikan Kota Palembang.
"Saya tidak membenarkan, saya tidak membela orang-orang yang mengambil rendang itu,” tegas Rendy.
Baca Juga: Polres Bengkulu Utara Pantau Terus Harga Bahan Pokok Selama Ramadhan dan Jelang Lebaran 2025
“Tapi, sangat disayangkan hanya karena konten, Willie Salim tega membuat narasi seolah-olah Kota Palembang adalah kota yang rakus dan tamak sehingga banyak yang membully," ungkapnya.
Akibatnya, konten viral milik Willie menjadi sorotan karena dinilai dapat memicu stigma negatif terhadap warga Palembang dan menciptakan persepsi keliru di media sosial.***
Artikel Terkait
Erick Thohir Ungkap Alasan Tunjuk Ifan Seventeen Jadi Dirut PFN: Beri Kesempatan Pemimpin Muda
Raffi Ahmad Kunjungi Kos Mami Nunung: "Kaget, Saya Kira Masih di Rumah Tebet"
Baru 3 Hari Jabat Dirut PFN, Ifan Seventeen Soroti Masalah Gaji Karyawan yang Harus Segera Dibayar
Gaji Ifan Seventeen Sebagai Direktur Utama PT PFN di Klaim Mencapai Rp1 Miliar per Tahun dan Utang Perusahaan yang Harus Diselesaikan
Ifan Seventeen Bongkar Masalah Finansial PFN, Utang Puluhan Miliar, THR dan Gaji Karyawan Masih Nunggak