Redaksi88.com - Industri musik Indonesia tengah diwarnai polemik sengit antara dua musisi ternama, Ahmad Dhani dan Ariel NOAH, terkait persoalan hak cipta dan royalti lagu.
Perselisihan ini berawal dari perbedaan pendapat mereka tentang sistem direct license versus Lembaga Manajemen Kolektif (LMK).
Polemik makin memanas setelah komposer Ari Bias menang gugatan melawan Agnez Mo terkait lagu "Bilang Saja" yang dibawakan tanpa izin, dengan denda Rp1,5 miliar.
Baca Juga: Jangan Terlambat Bayar! Ini Waktu Ideal Membayar Zakat Fitrah 2025
Ahmad Dhani, yang dikenal vokal dalam berbagai isu musik, menyatakan dukungan terhadap keputusan pengadilan yang memenangkan Ari Bias.
Menurutnya, kasus ini menjadi bukti bahwa pencipta lagu sering dirugikan dan tidak mendapatkan hak ekonomi yang seharusnya.
Dhani berpendapat bahwa sistem LMK yang ada saat ini masih memiliki banyak kekurangan.
Menurutnya, pencipta lagu seharusnya memiliki kendali penuh atas izin penggunaan karya mereka.
Oleh karena itu, ia mendukung penerapan sistem direct license, di mana pencipta lagu bisa langsung memberikan izin kepada siapa pun yang ingin membawakan lagunya tanpa melalui perantara.
"10 tahun komposer ‘terlantar’ tidak mendapatkan hak ekonominya. FESMI - PAPPRI tidak peduli. Untung Hakim Pengadilan Niaga yang peduli," tulis Dhani dalam salah satu unggahannya di media sosial pada Senin 24 Maret 2025.
Baca Juga: Polres Bengkulu Utara Perketat Pengawasan Harga Sembako Ramadhan dan Jelang Lebaran 2025
Namun, perbedaan pendapatnya dengan Ariel NOAH memicu perdebatan baru di dunia musik Tanah Air. Ariel, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Vibrasi Suara Indonesia (VISI), menolak sistem direct license dan menilai bahwa LMK masih menjadi solusi terbaik, meskipun harus diperbaiki.
Menanggapi sikap Ariel yang tetap mendukung LMK, Ahmad Dhani melontarkan kritik tajam.
Ia menilai Ariel terlalu egois dan hanya memikirkan kepentingannya sendiri sebagai penyanyi, tanpa mempertimbangkan hak-hak pencipta lagu lainnya.
Artikel Terkait
Ifan Seventeen Bongkar Masalah Finansial PFN, Utang Puluhan Miliar, THR dan Gaji Karyawan Masih Nunggak
Influencer Palembang Bongkar Dugaan Settingan di Balik Viralnya Rendang Willie Salim
Buntut Dari Viralnya Konten Masak Rendang 200 Kg di Palembang, Willie Salim Dilaporkan ke Polisi karena Dianggap Pencemaran Nama Baik
Konten Viral Rendang 200 Kg Willie Salim, Warga Palembang Balas Dengan Gelar Masak 1 Ton Rendang untuk Pulihkan Citra
Richard Lee Gandeng Bobon Santoso, Akan Balas 'Sakit Hati' Warga Palembang dengan Masak 1.000 Ayam