Polemik Royalti Lagu Makin Panas! Ahmad Dhani Lempar Sindiran ke Ariel NOAH

Ibrahim Shiddiq, Redaksi88
- Rabu, 26 Maret 2025 | 05:00 WIB
Potret Ariel NOAH dan Ahmad Dhani yang berseteru terkait direct license.  (instagram.com/itsgreenlight dan ahmaddhaniofficial)
Potret Ariel NOAH dan Ahmad Dhani yang berseteru terkait direct license. (instagram.com/itsgreenlight dan ahmaddhaniofficial)

"Ariel itu artinya dia hanya memikirkan diri sendiri. Dia memang tidak tercipta memikirkan orang lain," ujar Ahmad Dhani Sabtu, 22 Maret 2025.

Perselisihan mereka semakin memanas setelah Ahmad Dhani mengunggah pernyataan kontroversial di Instagram. 

Baca Juga: Kopi: Minuman Ajaib atau Silent Killer? Ini Fakta Ilmiah yang Perlu Diketahui

Ia menyindir para penyanyi yang membawakan lagu tanpa izin penciptanya, menyamakan tindakan tersebut dengan mencuri.

"Ya Tuhan, sulit sekali menjelaskan kepada penyanyi bahwa nyanyi lagu komposer tanpa izin itu sama saja nyolong, ngembat, nimpe, nyuri, dsb," tulisnya di Instagram pada Sabtu 22 Maret 2025.

Menurut Dhani, sistem LMK saat ini tidak memberikan keadilan bagi para komposer, karena pendistribusian royalti masih jauh dari transparan. 

Ia menginginkan perubahan sistem di mana pencipta lagu bisa memiliki kendali penuh atas karya mereka.

Ahmad Dhani juga menyayangkan kebijakan Ariel yang membolehkan siapa pun menyanyikan lagunya, selama melalui LMK. 

Baca Juga: Richard Lee Gandeng Bobon Santoso, Akan Balas 'Sakit Hati' Warga Palembang dengan Masak 1.000 Ayam

Menurutnya, kebijakan tersebut merugikan pencipta lagu lain, karena tidak semua orang memiliki kepentingan yang sama dengan Ariel.

Lebih lanjut, Dhani menyebut bahwa Ariel terkesan arogan dan terlalu percaya diri dengan kebijakan tersebut.

Dhani menganggap bahwa musisi lain seharusnya juga memperjuangkan hak cipta mereka seperti yang ia lakukan. 

Ia menegaskan bahwa direct license adalah solusi terbaik bagi para komposer agar tidak lagi bergantung pada LMK yang kinerjanya masih diragukan.

Meski begitu, perdebatan ini tidak hanya sekedar perseteruan personal antara dua musisi besar. 

Polemik ini mencerminkan perbedaan pandangan di kalangan musisi Indonesia mengenai sistem hak cipta yang ideal. 

Halaman:

Editor: Ibrahim Shiddiq

Sumber: Pemberitaan Media Siber

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X