Anang Hermansyah Jawab Isu 'Kutukan' Standing Ovation di Indonesian Idol

Syamsu Rizal, Redaksi88
- Kamis, 15 Mei 2025 | 07:00 WIB
Potret para juri Indonesian Idol. (Instagram/indonesianidolid)
Potret para juri Indonesian Idol. (Instagram/indonesianidolid)

REDAKSI88.comGrand Final Indoensian Idol 2025 semakin memanas dengan tersisanya dua finalis, Fajar Noor dan Shabrina Leanor, yang akan bertarung di puncak acara pada Senin, 19 Mei 2025 dalam Result dan Reunion Show.

Namun, di balik persaingan sengit tersebut, publik kembali mempertanyakan fenomena standing ovation dari juri yang kerap dianggap sebagai "kutukan".

Standing ovation—momen ketika juri berdiri dan memberikan tepuk tangan sebagai apresiasi tertinggi—justru sering diikuti oleh eliminasi peserta yang menerimanya.

Baca Juga: Dari Ulasan Skincare ke Ancaman Rp5 Miliar: Ini Perkembangan Terbaru Kasus Nikita Mirzani Vs Reza Gladys

Hal ini memunculkan anggapan di kalangan penonton bahwa ada "kutukan" bagi kontestan yang mendapat standing ovation dari dewan juri.

Sebagai salah satu juri paling senior di Indonesian Idol, Anang Hermansyah angkat bicara mengenai fenomena ini.

Dalam wawancara eksklusif di kanal YouTube MAIA ALELDUL TV (14/5/2025), Anang mengungkapkan bahwa keputusan juri tidak selalu sejalan dengan suara pemirsa.

Baca Juga: Seringai Siap Gelar Acara Spesial untuk Mengenang Mendiang Ricky Siahaan, Umumkan Hiatus Sementara

"Kadang aku berpikir juga apa nggak perlu kita berdiri kalau bagus, kalau berdiri bagus pasti yang vote banyak, berarti subyeknya pemirsa jadi salah," ujar Anang.

Ia menegaskan bahwa apresiasi juri, termasuk standing ovation, hanyalah bentuk penilaian subjektif dari lima orang, sementara penentu kemenangan sebenarnya ada di tangan penonton.

"Kalau suka ya suka aja, bukan masalah kita standing ovation atau tidak standing ovation, kembali ke temen-temen yang dengerin," lanjutnya.

Baca Juga: Bertahan di Balik Jeruji: Kisah Istri Zul Zivilia Atur Ekonomi Keluarga dengan Royalti Lagu dan Penampilan Suami

Anang mengingatkan bahwa juri hanya memberikan masukan, sedangkan kekuatan utama ada pada suara pemirsa.

"Jangan terombang-ambing (standing ovation) sama juri, juri cuma 5 orang, mereka (penonton) ratusan ribu orang. Kalau udah ngefans, ya diperjuangkan," tegasnya.

Halaman:

Editor: Syamsu Rizal

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X