internasional

Viral di Indonesia, Pemilik Studio Ghibli Justru Merasa Terhina dengan Tren AI di ChatGPT

Jumat, 4 April 2025 | 13:00 WIB
Hayao Miyazaki Kritik Keras Terhadap Tren Studio Ghibli di ChatGPT. (instagram.com/hayao.miyazaki.ghibli)

Redaksi88.com – Fitur terbaru ChatGPT 4o yang bisa menghasilkan gambar bergaya Studio Ghibli sedang viral di Indonesia. 

Namun, ternyata pemilik legendaris studio animasi yakni Hayao Miyazaki justru merasa tersinggung dengan tren ini.

OpenAI baru saja meluncurkan kemampuan generator gambar dalam ChatGPT 4o, memungkinkan pengguna mengubah foto diri, hewan peliharaan, bahkan tokoh publik menjadi ilustrasi bergaya khas Ghibli. Fitur ini langsung menjadi tren di media sosial Tanah Air.

Baca Juga: Alasan Keluarga Makamkan Sementara Ray Sahetapy di TPU Tanah Kusir Meski Ada Wasiat untuk Dimakamkan di Palu

Tapi dibalik antusiasme publik, Hayao Miyazaki, salah satu pendiri Studio Ghibli justru dikenal sebagai kritikus keras penggunaan AI dalam seni. 

Sutradara legendaris ini percaya bahwa kecerdasan buatan tidak akan pernah bisa menangkap esensi emosi manusia dalam karya seni.

"Saya tidak akan pernah menerapkan teknologi seperti ini (AI) ke karya-karya saya. Saya pikir teknologi AI ini adalah penghinaan terhadap kehidupan dan seni," tegas Miyazaki dalam pernyataannya, Jumat (4/4/2025).

Baca Juga: Maraknya Perampasan Kendaraan oleh Oknum Debt Collector di Bengkulu

Sikap keras Miyazaki terhadap AI bukan hal baru. Pada 2016, ia pernah dibuat jijik saat melihat demo AI dari Dwango Artificial Intelligence Laboratory yang menampilkan makhluk tanpa kepala bergerak aneh. 

Saat itu, Miyazaki menyebut teknologi tersebut "menyedihkan" dan menuduh pengembangnya tidak memahami nilai kehidupan.

Tren gambar AI bergaya Ghibli ini juga memicu perdebatan tentang hak cipta. 

Meski hukum Jepang memperbolehkan penggunaan karya seni untuk pelatihan AI, para ahli menyatakan bahwa hasil yang terlalu mirip dengan karya orisinal bisa dianggap pelanggaran.

Baca Juga: THR Eks Pekerja Sritex Masih Menggantung, Begini Kata Wamenaker

Bagi Miyazaki, masalahnya lebih dalam dari sekadar urusan hukum. Seniman berusia 83 tahun ini meyakini bahwa AI hanya bisa meniru bentuk, tapi tidak pernah mampu menangkap jiwa dan kreativitas manusia yang menjadi inti seni sejati.

Halaman:

Tags

Terkini