REDAKSI88.com – Kabar mengenai rencana akuisisi PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) oleh PT Danareksa (Persero) masih belum dapat dipastikan.
Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Emmanuel Ebenezer "Noel" mengaku belum menerima informasi resmi terkait hal tersebut.
"Saya belum dapat info. Belum dapat info itu," ujar Noel di Jakarta Pusat, Rabu (2/4/2025).
Sritex, salah satu raksasa tekstil Indonesia, resmi menghentikan operasionalnya pada Maret 2025, mengakibatkan ribuan karyawan kehilangan pekerjaan.
Namun, Noel menyatakan bahwa masih ada harapan bagi mantan pekerja jika ada investor baru yang bersedia mengambil alih atau menyewa aset perusahaan.
"Seluruh karyawan yang terkena PHK seharusnya bisa kembali bekerja jika ada investor baru yang menyewa alat-alat berat milik Sritex," jelas Noel.
Sebelumnya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebutkan bahwa Sritex kemungkinan akan dilelang, meskipun keputusan akhir masih bergantung pada kurator.
"Belum, harus yang pasti. Kalau nggak salah, dilelang," ujar Agus saat di kediaman Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Senin (31/3/2025).
Baca Juga: Pemprov DKI Ingatkan Pendatang: Jangan Jadikan Bansos Alasan Datang
Ia menambahkan, "Pengumumannya nanti, tunggu kurator ya."
Hingga saat ini, belum ada kepastian apakah Danareksa benar-benar akan mengambil alih Sritex.
Pemerintah dan para pekerja masih menunggu keputusan resmi terkait nasib perusahaan tekstil yang telah puluhan tahun berkontribusi bagi industri Indonesia ini.
Yang pasti, ribuan mantan karyawan Sritex masih berharap ada solusi terbaik agar mereka bisa kembali bekerja.***
Artikel Terkait
Wamendagri Ingatkan ASN: Hari Pertama Kerja Wajib On Time untuk Halal Bihalal!
10 Tahun Lagi, Apa Masih Ada Guru dan Dokter? Ramalan Bill Gates Bikin Merinding!
Buruan Cek! Ini Syarat yang Harus Dipenuhi Pendatang Jika Mau Masuk Jakarta Setelah Lebaran
Pemprov DKI Ingatkan Pendatang: Jangan Jadikan Bansos Alasan Datang
Google Akuisisi Wiz Rp500 Triliun: Perkuat Keamanan Cloud atau "Bailout" untuk Israel?
Dibeli Google Rp500 Miliar, Startup Israel Ini Ternyata Dibangun Mantan Agen Mata-Mata, Berbahayakah?