internasional

Penculikan 12 Aktivis Kemanusiaan di Kapal Bantuan Gaza oleh Militer Israel Jadi Sorotan Global

Selasa, 10 Juni 2025 | 10:00 WIB
Potret kapal bantuan untuk misi kemanusiaan terhadap warga Gaza. (Instagram.com/@gretathunberg)

REDAKSI88.com – Dunia internasional digemparkan oleh insiden penculikan terhadap 12 aktivis kemanusiaan di atas kapal Madleen, yang mengangkut bantuan untuk warga Gaza. Peristiwa ini terjadi pada Senin, 9 Juni 2025.  

Laporan ini muncul setelah aktivis lingkungan asal Swedia, Greta Thunberg, mengaku diculik oleh pasukan Israel melalui sebuah video pernyataan.  

"Nama saya Greta Thunberg dan saya dari Swedia," ujarnya dalam video yang dilaporkan oleh Al-Jazeera, Senin, 9 Juni 2025.  

Baca Juga: Dari Lapangan ke Isu Kemanusiaan, Roberto Mancini Serukan Perdamaian di Gaza

"Jika kalian melihat video ini, kami sudah dicegat dan diculik di perairan internasional oleh tentara pendudukan Israel atau pasukan yang mendukung Israel," lanjutnya.  

Menurut berbagai sumber, kejadian ini bermula ketika kapal Madleen, bagian dari misi kemanusiaan Armada Gaza Merdeka, mendekati perairan Gaza pada dini hari pukul 01.17 waktu setempat.  

Penyanderaan Greta dan 11 aktivis lainnya terungkap saat kru kapal membunyikan alarm bahwa mereka akan memasuki wilayah perairan Gaza. Israel kemudian mengerahkan pasukan elit angkatan laut Shayetet 13 untuk membajak kapal tersebut.  

Baca Juga: Diduga Jadi Korban Salah Tangkap Oknum Polisi, Pria di Cianjur Mengadu ke Dedi Mulyadi, Polres Angkat Bicara

Sekitar pukul 02.00, pasukan Israel naik ke kapal Madleen dan memaksa seluruh penumpang mematikan telepon mereka.  

Kementerian Luar Negeri Israel mengonfirmasi bahwa mereka telah mengamankan kapal Madleen dan akan membawanya ke Pelabuhan Ashdod.  

"Kapal pesiar selfie para selebriti sedang dalam perjalanan menuju pantai Israel dengan selamat," demikian pernyataan resmi Kemlu Israel, seperti dikutip dari Al-Jazeera.  

Baca Juga: Alarm Hotel Arab Saudi Bunyi, Jemaah Haji Indonesia Panik di Lantai 19 Ternyata Gegara Ini

Selain itu, pemerintah Israel menuduh Greta dan para aktivis lainnya sengaja memprovokasi media untuk mencari perhatian publik dengan dalih membantu kemanusiaan warga Gaza. ***

Tags

Terkini