internasional

Menilik Poin-Poin Pidato Prabowo di Sidang Umum PBB, dari Kenangan Penjajahan hingga Dukungan ke Palestina

Rabu, 24 September 2025 | 13:47 WIB
Momen Presiden RI Prabowo Subianto berpidato di sidang umum PBB ke-80. (Instagram.com/@prabowo)

Seruan untuk Palestina

Presiden RI itu turut menyoroti tragedi kemanusiaan di Palestina, khususnya di Gaza. 

Prabowo menggambarkan penderitaan rakyat Palestina yang masih berlangsung akibat konflik yang berkepanjangan.

"Akankah tak ada jawaban atas jeritan mereka? Akankah kita mengajari mereka bahwa umat manusia mampu menghadapi tantangan ini?" tanya Prabowo.

Purnawirawan TNI Angkatan Darat tersebut kemudian menegaskan kembali posisi Indonesia yang konsisten mendukung solusi dua negara.

Baca Juga: Realisasi Dana Desa Bengkulu Utara Capai 77 Persen, Rp39,5 Miliar Tahap II Siap Digunakan Desa

"Saya ingin kembali menegaskan dukungan penuh Indonesia terhadap solusi dua negara di Palestina. Kita harus memiliki Palestina yang merdeka," tutur Prabowo.

"Namun kita juga harus, kita juga harus mengakui, kita juga harus menghormati, dan kita juga harus menjamin keselamatan serta keamanan Israel," imbuhnya.

Siap Kirim Pasukan Perdamaian

Dalam pidatonya, Prabowo juga menyampaikan kesiapan Indonesia untuk mengirimkan pasukan perdamaian di bawah mandat PBB, termasuk ke Gaza.

"Indonesia siap untuk mengerahkan 20.000 atau bahkan lebih putra-putri kami untuk membantu mengamankan perdamaian di Gaza atau di tempat lain," papar Prabowo.

Baca Juga: Alasan di Balik Pembentukan Reformasi Polri: Muncul Tim Transformasi dan Tantangan Implementasi

Kesiapan itu juga mencakup wilayah konflik lain, seperti Ukraina, Sudan, dan Libya. 

Bahkan, Indonesia menyatakan siap berkontribusi dalam bentuk bantuan finansial.

"Tidak hanya dengan putra-putri kami, kami juga bersedia memberikan kontribusi finansial untuk mendukung misi besar mencapai perdamaian oleh PBB," tambahnya.

Soroti Ketahanan Pangan dan Perubahan Iklim

Selain isu politik dan perdamaian, Prabowo memaparkan sejumlah pencapaian Indonesia, termasuk swasembada pangan. 

Pria yang juga menjadi Ketua Umum Partai Gerindra itu menegaskan cadangan beras nasional telah mencapai angka tertinggi sepanjang sejarah, yakni 4 juta ton.

Halaman:

Tags

Terkini