Redaksi88.com- Kematian Yahya Sinwar, pemimpin utama Hamas, dalam serangan udara Israel di Gaza menandai salah satu pukulan paling signifikan bagi kelompok perlawanan Palestina dalam beberapa dekade terakhir.
Sinwar, yang dikenal karena perannya dalam menyusun strategi perang Hamas melawan Israel, dilaporkan meninggal dunia dalam sebuah serangan di wilayah Rafah, Gaza selatan.
Video drone yang dirilis oleh militer Israel menunjukkan sosok yang mereka klaim sebagai Sinwar duduk tak berdaya, tertutup debu dan reruntuhan, di dalam bangunan yang hancur akibat serangan tersebut.
Dilansir dari BBC internasional, Jumat (18/10/2024), insiden tersebut terjadi secara kebetulan saat Sinwar berada di wilayah yang terkena serangan Israel.
Baca Juga: Para Menteri Kabinet Prabowo Akan Jalani Penataran di Akmil Magelang Selama 3 Hari
Hamas hingga kini belum memberikan pernyataan resmi mengenai kematian Sinwar, namun beberapa sumber internal mengindikasikan bahwa tokoh penting ini telah tewas di tangan pasukan Israel.
Bagi Hamas, kepergian Sinwar menambah duka setelah sebelumnya kehilangan Ismael Haniyeh, dua pemimpin besar yang selama ini menjadi simbol kekuatan perlawanan di Palestina.
Kabar kematian Sinwar langsung memicu reaksi dari berbagai kelompok perlawanan di Timur Tengah.
Hizbullah, yang selama ini menjadi sekutu kuat Hamas, segera merilis pernyataan yang penuh ancaman.
Baca Juga: Bawaslu Imbau Partai Politik Jaga Kondusifitas Pilkada 2024
Menurut laporan Reuters, pada Jumat (18/10/2024), menyatakan bahwa setelah kabar ini, mereka akan memasuki "fase baru" dalam konfrontasi melawan Israel. "Ini adalah saatnya untuk meningkatkan perlawanan," ujar perwakilan Hizbullah.
Ancaman ini diprediksi akan memanaskan situasi di kawasan yang sudah lama terjerat dalam siklus kekerasan tanpa akhir.
Tidak hanya Hizbullah, Iran juga angkat bicara. Perwakilan Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyampaikan bahwa kematian Sinwar hanya akan mengobarkan semangat perlawanan yang lebih besar di Palestina.
"Kematian Sinwar tidak akan meredam perjuangan. Justru sebaliknya, semangat perlawanan akan semakin kuat dan menjalar ke generasi muda yang akan terus berjuang untuk pembebasan Palestina," kata perwakilan tersebut, melansir dari AFP.