REDAKSI88.com, Kairo — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kembali menunjukkan tajinya di kancah internasional. Dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-11 yang digelar di Kairo, Mesir, pada Jumat, 20 Desember 2024.
Prabowo melontarkan pernyataan keras soal ketidakadilan hak asasi manusia (HAM) global dan isu kemerdekaan Palestina.
Pernyataan Prabowo tak hanya menggema di ruang konferensi, tetapi juga mengundang perhatian dunia. Ia mengkritik lemahnya solidaritas negara-negara Muslim dalam memperjuangkan keadilan HAM, khususnya terkait Palestina.
"Kita harus melihat realitas dari situasi ini. Kita selalu menyatakan dukungan untuk Palestina, Suriah, tapi dukungan yang seperti apa?" tegas Prabowo, suaranya lantang memecah suasana.
Prabowo menyoroti fakta bahwa meski banyak negara mengeluarkan pernyataan dukungan dan mengirimkan bantuan kemanusiaan, langkah konkret untuk mengakhiri penjajahan Palestina masih jauh dari harapan.
Menurutnya, pernyataan tanpa tindakan nyata hanya akan menjadi simbol kosong.
Baca Juga: HUT Ke 14 Desa Sido Luhur, Pesta Rakyat Meriah, Semangat Gotong Royong Terpancar
"Ketika saudara kita kesusahan, kita memberikan pernyataan dukungan dan mengirimkan bantuan kemanusiaan," ujar Prabowo. "Tapi mari kita lihat realitasnya. Kita harus bekerja sama, menyamakan suara, dan tidak terpecah belah," lanjutnya.
Sindiran Keras kepada Bangsa 'Guru HAM' yang Bungkam Soal Gaza
Sikap tegas Prabowo terhadap isu Palestina bukan kali ini saja. Dalam orasi ilmiahnya di Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) di Bandung pada 29 Februari 2024.
Prabowo pernah melontarkan kritik tajam kepada negara-negara yang kerap menggurui Indonesia soal HAM dan demokrasi, tetapi bungkam terhadap pembantaian di Gaza.
Baca Juga: Pengamanan Nataru, Polda Lampung Gelar Operasi Lilin Krakatau 2024, Ini Kata Kapolda
"Ada bangsa tertentu selalu ngajarin kita HAM, demokrasi, tetapi di Gaza, ribuan anak, ibu-ibu dibantai, dibunuh, dibom, mereka diam," ujar Prabowo.
Soroti Perpecahan Internal Negara Muslim
Tak hanya itu, Prabowo juga menyinggung konflik internal di sejumlah negara Muslim. Ia menilai perpecahan di antara negara-negara Muslim menjadi penghalang utama dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina.