Guncang Panggung Diplomasi! Prabowo Sorot Ketidakadilan HAM, Serukan Kebebasan Palestina dari Jantung Kairo

Syamsu Rizal, Redaksi88
- Jumat, 20 Desember 2024 | 15:06 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto dalam konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-11 yang digelar di Kairo, Mesir, pada Jumat, 20 Desember 2024.  (Foto/Istimewa)
Presiden RI Prabowo Subianto dalam konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-11 yang digelar di Kairo, Mesir, pada Jumat, 20 Desember 2024. (Foto/Istimewa)

"Kapan ini akan berakhir? Bagaimana kita bisa membantu Palestina kalau kita saling bermusuhan antar sesama? Mari kita jujur kepada rakyat kita," ucapnya dengan penuh keseriusan.

Menurut Prabowo, tanpa persatuan yang kokoh, sulit bagi negara-negara Muslim untuk melawan tekanan dari kekuatan global. Ia menyerukan agar para pemimpin negara Muslim berani menghadapi realitas dan mengambil tindakan nyata.

Baca Juga: Setelah 5 Jam Diperiksa di Polres Bengkulu Utara, Pengurus FMBP Didesak Bubarkan Aksi di PT Agricinal

"Mari kita kerjakan apa yang kita bisa, tapi tetap lihat realitanya dan jujur dengan diri kita sendiri," ajaknya kepada para kepala negara yang hadir di KTT tersebut.

Komitmen Indonesia: Perkuat Kerja Sama dan Dukung Kemerdekaan Palestina

Pidato Prabowo di Kairo sejalan dengan janji politik luar negerinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 20 Oktober 2024.

Dalam pidato pelantikannya di Gedung MPR, Prabowo mengingatkan kembali prinsip fundamental bangsa Indonesia yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945.

"Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan," tegas Prabowo di hadapan para kepala negara dan perwakilan negara-negara sahabat.

Baca Juga: Dalam Kunjungan Kenegaraan ke Kairo, Prabowo Hadir di Universitas Al Azhar, Mahasiswi: Seperti Dikunjungi Orang Tua Sendiri

Pernyataan itu disambut tepuk tangan meriah dari para anggota MPR serta perwakilan negara-negara sahabat.

Sikap ini mempertegas posisi Indonesia yang konsisten mendukung kemerdekaan Palestina dan menolak segala bentuk penjajahan.

Prabowo berjanji bahwa Indonesia akan melakukan segala upaya untuk memperkuat kerja sama antarnegara Muslim dan memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina.

"Indonesia akan berusaha semaksimal mungkin, dengan cara apapun yang kita bisa, tapi saya mendorong persatuan. Saya mendorong kerja sama," tegas Prabowo.

Kemerdekaan Palestina: Janji yang Belum Ditunaikan Dunia

Sejarah mencatat bahwa pada 15 November 1988, pemimpin PLO (Organisasi Pembebasan Palestina), Yasser Arafat, memproklamasikan kemerdekaan Palestina dalam sidang khusus Dewan Nasional Palestina di Algeria.

Dalam deklarasi tersebut, Yerusale dinyatakan sebagai ibu kota Negara Palestina.

Namun, hingga saat ini, Palestina masih menghadapi pendudukan Israel di Gaza dan kekacauan di Tepi Barat.

Halaman:

Editor: Syamsu Rizal

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X