REDAKSI88.com, LAMPUNG SELATAN – Polsek Kalianda mengamankan 10 pelajar yang terlibat dalam tawuran di Jalur Dua Desa Hara, Kecamatan Kalianda. Aksi ini viral di media sosial.
Kapolsek Kalianda, AKP Sulyadi, mengatakan para pelajar tersebut sudah didata dan diinterogasi. Mereka berasal dari berbagai sekolah dan diwajibkan wajib lapor setelah pulang sekolah.
"Kami telah mengamankan sebanyak 10 orang siswa yang terlibat dalam aksi tawuran ini. Mereka berasal dari berbagai sekolah di Kalianda," ujarnya.
Baca Juga: Yohanes Suharno: Tunggakan Hutang Proyek Balai Sumatera VII Akhirnya Diselesaikan
Sebagai upaya pencegahan, sidik jari para pelajar tersebut telah diambil. Mereka juga wajib datang ke Polsek Kalianda dengan didampingi orang tua masing-masing.
Selain itu, kepolisian telah memanggil orang tua serta pihak sekolah guna memberikan pembinaan kepada para pelajar agar tidak mengulangi tindakan serupa di masa mendatang.
Kasus tawuran ini mendapat perhatian luas dari masyarakat. Salah satu orang tua pelaku mengungkapkan rasa kecewanya atas keterlibatan anaknya dalam aksi kekerasan tersebut.
Baca Juga: Cek NIK Anda, Pemerintah Salurkan Bansos Rp600.000 untuk Masyarakat yang Memenuhi Syarat
"Kami sebagai orang tua tentu sangat menyesalkan kejadian ini. Kami berharap kepolisian dan sekolah bisa memberikan pembinaan agar anak-anak tidak mengulangi perbuatannya," ucapnya.
Tawuran ini berawal dari ajakan melalui media sosial yang kemudian disepakati oleh kelompok pelajar dari beberapa sekolah, lalu terjadi di Jalur Dua Desa Hara.
Setelah video tawuran viral, Polsek Kalianda langsung melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengidentifikasi dan mengamankan para pelaku yang terlibat dalam kejadian tersebut.
Baca Juga: Tipidter Satreskrim Polres Bengkulu Utara Terus Pantau Harga Bapok di Pasar Purwodadi Argamakmur
Polisi menegaskan pentingnya pengawasan orang tua terhadap aktivitas anak-anak mereka, terutama dalam penggunaan media sosial yang kerap menjadi alat provokasi aksi tawuran.
"Kami dari kepolisian terus melakukan pengejaran video viral yang membawa sajam. Kami harapkan pelaku, orang tua, dan masyarakat agar kooperatif," tutup Sulyadi. ***
Artikel Terkait
Gagal Move On! CPNS 2024 Harus Menunggu Hingga Oktober 2025, Pemerintah Siapkan Pembekalan?
SKB 3 Menteri Terbit! Ini Jadwal Lengkap Libur Sekolah dan Cuti Bersama Idul Fitri 2025
Tipidter Satreskrim Polres Bengkulu Utara Terus Pantau Harga Bapok di Pasar Purwodadi Argamakmur
5 Jenis Buah yang Ideal Dikonsumsi Saat Perut Kosong dan Manfaatnya Bagi Kesehatan
Cek NIK Anda, Pemerintah Salurkan Bansos Rp600.000 untuk Masyarakat yang Memenuhi Syarat
Yohanes Suharno: Tunggakan Hutang Proyek Balai Sumatera VII Akhirnya Diselesaikan