Redaksi88.com, Jakarta - Presiden RI Prabowo Subianto menginginkan Daya Anagata Nusantara (Danantara) dapat bergerak cepat, namun tetap mengedepankan kehati-hatian.
"Pengelolaan aset-aset Indonesia itu bisa dilakukan dengan sebaik-baiknya, sehati-hati mungkin, dan bahwa nanti semua entitas ekonomi kita dilaksanakan dengan efisiensi yang bisa bersaing dengan semua entitas di dunia," kata Prabowo dalam pertemuan bersama investor dan petinggi Danantara di Jakarta, Jumat (7/3).
"Kita akan bergerak dengan cepat tapi kita akan bergerak dengan sangat teliti dan hati-hati," sambungnya.
Pada kesempatan itu, Prabowo kembali memamaparkan tujuan pembentukan Danantara.
Ia menjelaskan badan pengelola investasi nasional ini dibangun untuk mengoptimalkan pengelolaan aset negara.
"Kita akui sendiri bahwa kita banyak perlu perbaikan semuanya supaya kinerja aset-aset kita cukup baik," tutur Prabowo.
Dalam rangka memaksimalkan potensi tersebut, Prabowo menyebut pemerintah juga mengundang semua pihak yang bergerak di dunia investasi untuk turut memberi saran dan pandangan.
"Kita mengundang semua pihak yang bisa memberi kepada kita suatu pandangan-pandangan yang kritis, pengalaman mereka, bagaimana mereka melakukan investasi," jelas Prabowo.
Baca Juga: Proyek Balai Sumatera Tujuh Masih Menyisakan Hutang, Pemilik Toko Bangunan Menanti Pelunasan
Adapun dalam agenda tersebut, Prabowo turut mengundang legenda investasi asal Amerika Serikat, Raymond Thomas Dalio dan sejumlah tokoh pebisnis Tanah Air.
Pertemuan dengan Ray Dalio dilakukan untuk menerima saran dan kritik soal Danantara.***
Artikel Terkait
Cek NIK Anda, Pemerintah Salurkan Bansos Rp600.000 untuk Masyarakat yang Memenuhi Syarat
Yohanes Suharno: Tunggakan Hutang Proyek Balai Sumatera VII Akhirnya Diselesaikan
10 Pelajar Terkait Tawuran Viral di Jalur Dua Desa Hara, Diamankan Polisi
Banjir Rendam Empat Kecamatan di Bandung, Ribuan Rumah Terendam Akibat Luapan Sungai Citarum dan Cikapundung
Update Bencana Banjir dan Longsor yang Melanda Sukabumi, Korban 5 Orang Tewas, 4 Masih Dalam Pencarian