Proyek Balai Sumatera Tujuh Masih Menyisakan Hutang, Pemilik Toko Bangunan Menanti Pelunasan

Syamsu Rizal, Redaksi88
- Sabtu, 8 Maret 2025 | 20:13 WIB
Proyek Balai Sumatera VII di Desa Kuro Tidur Bengkulu Utara.  (Istimewa)
Proyek Balai Sumatera VII di Desa Kuro Tidur Bengkulu Utara. (Istimewa)

REDAKSI88.com, Proyek pemeliharaan bangunan milik Balai Sumatera VII tahun 2023 masih menyisakan hutang puluhan juta rupiah kepada pemasok material setempat.

Bangunan terletak di Desa Kuro Tidur, Bengkulu Utara, khususnya di lokasi Bendungan DAM Air Lais.

"Terhutang sejak tahun 2023, material dikirimkan ke Dam Air Lais dan Dan Air Padang. Material itu digunakan untuk pembangunan rehabilitasi DAM," ungkap Pemilik toko bangunan, Yohanes Suharno. Sabtu (8/3/2025). 

Baca Juga: Harga Bahan Pokok di Pasar Purwodadi Argamakmur Bengkulu Utara Tetap Stabil Sepekan Ramadhan

Renovasi dilakukan pada tahun 2023, dengan sejumlah material bangunan diambil dari toko bangunan milik Suharno untuk mendukung perbaikan infrastruktur tersebut.

"Hingga saat ini, belum ada kejelasan mengenai pembayaran dari pihak Balai, meski proyek telah selesai," sesalnya.

Suharno, menyebutkan bahwa Balai Sumatera VII masih memiliki hutang sebesar Rp41 juta dari pembelian material.

Baca Juga: KPK Limpahkan Berkas Perkara, Hasto Kristiyanto Segera Hadapi Persidangan

"Kami menunggu iktikad baik dari pihak balai Sumatera VII agar sesegera mungkin menyelesaikan tunggakan hutang mereka," imbuh Suharno.

Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Air PUPR Bengkulu Utara, Rujito, menjelaskan sejak tahun 2015 kewenangannya sudah terbagi tersendiri, dan kewenangan pusat tidak ada lagi di pihaknya.

"Saya baru dengar permasalahan ini, selama ini tidak ada konfirmasi dari pihak Balai Sumatera VII," ujar Rujito.

Baca Juga: Update Skandal Impor Gula, Tom Lembong Siap Bongkar Borok Impor Gula di Sidang Perdana

Namun begitu, Rujito mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Balai Sumatera VII guna menyikapi permasalahan ini.

"Kalo bicara kewenangan, ini bukan pekerjaan kita, gak mungkin pekerjaan orang kembali ke kita. Tapi akan kita kordinasikan," pungkas Rujito.***

Halaman:

Editor: Syamsu Rizal

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X