Redaksi88.com – Kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dian Sandi Utama, mendatangi Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, di Solo pada Kamis (22/5/2025).
Kunjungan ini dilakukan tidak lama setelah Bareskrim Polri menyatakan bahwa ijazah sarjana Jokowi dari Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) terbukti otentik.
Kedatangan Kader PSI itu ke Solo dilakukan secara langsung sebagai bentuk permintaan maaf karena telah mengunggah dokumen ijazah Jokowi tanpa izin sebelumnya.
Baca Juga: Update Gempa Magnitudo 6,3 Bengkulu, Gubernur Sebut 100 Rumah Rusak dan Janji Akan Bangun Kembali
"Saya tadi berangkat dari Jakarta setelah pengumuman dari Bareskrim itu saya datang ke sini sengaja untuk saya ingin meminta maaf kepada bapak karena telah memposting ijazah beliau tanpa izin," ujar Dian Sandi kepada wartawan usai bertemu Jokowi.
Dian mengungkapkan bahwa Jokowi menerima permintaan maafnya dengan tenang.
Jokowi juga membenarkan bahwa dokumen ijazah yang diunggah memang sesuai dengan yang dimilikinya.
"Alhamdulillahnya, bapak tadi tidak apa-apa dan beliau juga mengatakan bahwa memang itu ijazah yang dipunyai oleh beliau sesuai dengan yang saya posting. Jadi kedatangan saya hanya itu saja," lanjutnya.
Baca Juga: Bareskrim Pastikan Ijazah Jokowi Asli, Ini Bukti dan Hasil Pemeriksaannya
Dian mengaku merasa lega setelah pertemuan tersebut, karena sejak awal tidak ada niat untuk merugikan atau mempermalukan Presiden.
"Beliau maafkanlah tentu, karena niat saya kan memang tidak pernah untuk mempermalukan beliau. Niat saya hanya ingin agar itu terang dan segera selesai," jelasnya.
Terkait proses hukum yang masih berjalan, Dian berharap kasus unggahan ijazah tersebut dapat segera dihentikan, terutama setelah pernyataan resmi dari Bareskrim.
Baca Juga: Prabowo Teken Perpres Baru: TNI dan Polri Kini Bisa Lindungi Jaksa dan Keluarganya
"Sampai hari ini kan saya juga belum tahu perkembangannya, tetapi yang pasti gugur itu adalah yang berkaitan dengan yang ada di Mabes sama Bareskrim. Nah, kalau yang di Polda Metro Jaya, saya enggak bisa komentar," ujarnya.
Artikel Terkait
Gempa Magnitudo 6,3 Guncang Bengkulu, BPBD: 34 Rumah dan Tempat Usaha Rusak
Prabowo Teken Perpres Baru: TNI dan Polri Kini Bisa Lindungi Jaksa dan Keluarganya
Tanggapan Bahlil Lahadalia Soal Usulan Reshuffle Kabinet dari Rocky Gerung: Itu Hak Prerogatif Presiden
Bareskrim Pastikan Ijazah Jokowi Asli, Ini Bukti dan Hasil Pemeriksaannya
Update Gempa Magnitudo 6,3 Bengkulu, Gubernur Sebut 100 Rumah Rusak dan Janji Akan Bangun Kembali