REDAKSI88.com – Mantan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menanggapi santai isu pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang ramai diperbincangkan dalam dinamika politik nasional.
Saat ditemui wartawan di Solo, Jawa Tengah, Jumat (6/6/2025), Jokowi menegaskan pentingnya menghormati sistem ketatanegaraan yang berlaku.
"Ikuti saja proses sistem ketatanegaraan kita, bahwa ada yang menyurati seperti itu (pemakzulan)," ujar Jokowi.
Baca Juga: Jokowi Tegaskan Presiden dan Wapres Sepaket, Tanggapi Usulan Pemakzulan Gibran
Ia menjelaskan bahwa dalam sistem pemilu Indonesia, pasangan presiden dan wakil presiden dipilih dalam satu paket, berbeda dengan beberapa negara lain.
"Pemilihan presiden kan satu paket, bukan sendiri-sendiri," jelasnya.
"Seperti di Filipina sendiri-sendiri, di kita (Indonesia) kan satu paket. Memang mekanismenya seperti itu," tambahnya.
Baca Juga: Elon Musk Dukung Wacana Pemakzulan, Presiden Trump Kecewa
Jokowi menegaskan bahwa pemakzulan bukanlah proses yang bisa dilakukan sembarangan.
Menurutnya, konstitusi hanya memungkinkan pemakzulan jika presiden atau wakil presiden terbukti melakukan pelanggaran berat.
"Sistem ketatanegaraan kita memiliki mekanisme yang harus diikuti, bahwa pemakzulan itu (bisa terjadi) jika presiden atau wakil presiden misalnya melakukan perbuatan tercela," tegasnya.
Pernyataan ini disampaikan di tengah maraknya wacana di ruang publik terkait legalitas dan etika terpilihnya Gibran sebagai wakil presiden dalam Pilpres 2024.
Baca Juga: Surat Usulan Pemakzulan Gibran dari FPP TNI Sudah Sampai ke MPR, Proses Masih Panjang Sebut HNW
Sebelumnya, Forum Purnawirawan Prajurit TNI mengirim surat kepada pimpinan DPR, MPR, dan DPD RI mendesak pemakzulan Gibran.
Artikel Terkait
Setwapres Klarifikasi Soal Akun Instagram Gibran yang Follow Akun Judol
Elon Musk Dukung Wacana Pemakzulan, Presiden Trump Kecewa
Presiden Prabowo Serukan Keteladanan Nabi Ibrahim-Ismail sebagai Inspirasi Idul Adha 2025
Jokowi Tegaskan Presiden dan Wapres Sepaket, Tanggapi Usulan Pemakzulan Gibran
Pemerintah Arab Saudi Tutup Pintu Visa Haji Furoda 2025, Menag: Pengembalian Dana Tergantung Organizer
Masjidil Haram Dipadati Wanita Saat Puncak Haji di Arafah, Siapa Mereka?