Proses pengaktifan kembali pun diklaim mudah. “Yang diperlukan adalah nasabah menyampaikan ke bank atau ke PPATK apakah rekening ingin diaktifkan kembali atau ditutup,” jelasnya.
Sebelumnya, PPATK juga menemukan bahwa rekening dormant kerap disalahgunakan untuk kejahatan finansial.
Lebih dari 50 ribu rekening tiba-tiba menerima dana mencurigakan, padahal sebelumnya tidak aktif.
Bahkan, ditemukan 2.000 rekening instansi pemerintah yang tidak aktif namun masih menyimpan dana Rp500 miliar.
Baca Juga: Bongkar Plus-Minus Spesifikasi Porsche 718 Cayman yang Viral usai Diserempet Truk
NIK Penerima Bansos Terlibat Judol hingga Pendanaan Terorisme
Tak hanya itu, PPATK juga mengungkap adanya 571.410 Nomor Induk Kependudukan (NIK) penerima bantuan sosial yang terlibat judi online, dengan total deposit Rp 957 miliar dari 7,5 juta transaksi sepanjang 2024.
Ada pula temuan NIK penerima bansos terkait dengan tindak pidana korupsi dan bahkan pendanaan terorisme.
“Kami cocokkan NIK dari Kemensos dengan data transaksi terkait judi online, korupsi, dan pendanaan terorisme. Hasilnya, banyak penerima bansos yang ternyata juga aktif dalam aktivitas ilegal tersebut,” ujar Ivan pada rapat bersama Komisi III DPR, 10 Juli 2025 lalu.
Dengan strategi menyeluruh ini, PPATK memastikan langkah pemblokiran maupun pembukaan rekening dormant menjadi bagian penting dalam pencegahan kejahatan finansial di Indonesia.***
Artikel Terkait
Megawati Rangkap Jabatan Sekjen PDIP Usai Hasto Kristiyanto Lengser
Bongkar Plus-Minus Spesifikasi Porsche 718 Cayman yang Viral usai Diserempet Truk
Usai Viral Singgung Penggiat Gym, Timothy Ronald Kini Dihujat Member Akademi Crypto yang Mengaku Merugi
Viral Video Pria Mengaku Anggota Polisi, Diduga Intimidasi Pengemudi Mobil di Jakarta
Menegangkan! Detik-Detik Mobil Pikap Terguling Saat Angkut Rombongan Emak-emak di Gowa