Redaksi88.com – Bupati Pati, Sudewo, kini tengah menjadi pusat perhatian publik setelah diterpa dua isu besar sekaligus.
Pada Rabu, 13 Agustus 2025, warga menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di kantor Bupati Pati, menuntut Sudewo mundur dari jabatannya.
Gelombang protes itu dipicu kebijakan pemerintah daerah yang sempat menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hingga 250 persen.
Tak hanya itu, Sudewo sebelumnya juga sempat mengeluarkan pernyataan yang menantang warga untuk menggelar demo besar-besaran jika tak setuju dengan kebijakannya.
Meski akhirnya kebijakan kenaikan PBB dibatalkan, massa tetap melanjutkan aksi protes.
Di tengah memanasnya situasi tersebut, nama Sudewo juga terseret setelah adanya dugaan keterlibatannya dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jalur kereta di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan.
Baca Juga: Bupati Pati Sudewo Dilempari Sandal Jepit hingga Botol saat Tanggapi Pendemo dari Atas Mobil Rantis
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga Sudewo menerima aliran dana commitment fee terkait proyek itu.
“Saudara SDW (Sudewo) merupakan salah satu pihak yang diduga juga menerima aliran komitmen fee,” ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, kepada wartawan di Jakarta, Rabu, 13 Agustus 2025.
“Terkait dengan proyek pembangunan jalur kereta yang kemarin kita sampaikan terkait dengan update penahanan salah satu tersangkanya saudara R,” lanjutnya.
Baca Juga: Didesak Mundur, Bupati Pati Sudewo: Pembelajaran bagi Saya
Budi menjelaskan, dugaan penerimaan dana itu terjadi saat Sudewo masih menjabat sebagai anggota DPR.
“Akan mendalami dan tentu kami akan update proses penyidikan terkait dengan saudara SDW,” ujarnya.
Artikel Terkait
OJK Resmi Rilis Pedoman Keamanan Siber untuk Perdagangan kripto, Terapkan Prinsip Zero Trust
Polisi Pastikan Tak Ada Korban Jiwa dalam Aksi Demo Tuntut Bupati Pati Mundur
Didesak Mundur, Bupati Pati Sudewo: Pembelajaran bagi Saya
Bupati Pati Sudewo Dilempari Sandal Jepit hingga Botol saat Tanggapi Pendemo dari Atas Mobil Rantis
Pengamat IPR: Prabowo Tunjuk Teddy sebagai Seskab Berdasarkan Standar Tinggi, Bukan Sekadar Kedekatan