Melihat Kembali Rencana Pencampuran Etanol: Transisi Energi di Persimpangan Teknologi dan Kesiapan

Ibrahim Shiddiq, Redaksi88
- Minggu, 19 Oktober 2025 | 13:47 WIB
Foto Ilustrasi - Melihat wacana pemerintah soal pencampuran etanol ke dalam bahan bakar minyak hingga kesiapan mesin kendaraan masyarakat.  (Unsplash/dpreacherdawn)
Foto Ilustrasi - Melihat wacana pemerintah soal pencampuran etanol ke dalam bahan bakar minyak hingga kesiapan mesin kendaraan masyarakat. (Unsplash/dpreacherdawn)

Redaksi88.com – Wacana penerapan bahan bakar campuran etanol atau E10 bensin dengan kandungan etanol 10 persen kembali mencuri perhatian publik. 

Kebijakan ini mendapat restu langsung dari Presiden Prabowo Subianto pada awal Oktober 2025, sebagai langkah konkret pemerintah dalam mempercepat transisi energi menuju emisi rendah.

Meski dinilai menjanjikan karena berpotensi menekan impor minyak dan menurunkan emisi karbon, penerapannya di lapangan masih menghadapi berbagai tantangan teknis dan infrastruktur.

Baca Juga: Pemerintah Tambah 80.000 Kuota Program Magang Nasional, Siapkan Anggaran Rp1,4 Triliun

Pertamina Siap Jalankan Instruksi Pemerintah

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menegaskan bahwa pihaknya siap mendukung penuh kebijakan pencampuran etanol ke bahan bakar minyak (BBM) sesuai arahan pemerintah.

“Kami akan selalu mendukung arahan dari pemerintah,” ujar Simon dalam rapat bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat, 17 Oktober 2025.

Simon menjelaskan, penggunaan etanol sebagai campuran bahan bakar bukan hal baru di dunia. Beberapa negara telah lebih dulu menerapkannya, dengan Brasil sebagai salah satu contoh sukses. 

Baca Juga: Kasus Pemerasan Sertifikasi K3: KPK Tambah Masa Tahanan Immanuel Ebenezer 30 Hari

Negara tersebut bahkan telah mewajibkan penggunaan etanol murni (E100) di sejumlah wilayah, sementara daerah lainnya menggunakan campuran E20.

“Kami tahu bahwa di beberapa negara sudah banyak yang menerapkan pencampuran etanol. Bahkan di Brazil, ada kota-kota tertentu yang memang mandatory E100, sementara di tempat lain masih E20,” jelasnya.

Ia menambahkan, penerapan E10 di Indonesia akan dilakukan secara bertahap sebagai bagian dari upaya mendorong penggunaan energi bersih dan berkelanjutan.

“Ini adalah bagian dari inisiatif kita untuk menciptakan emisi yang lebih rendah, terutama dari produk-produk BBM kita,” ucap Simon.

Baca Juga: Pertamina Nurut Aturan Pemerintah, Campuran Etanol 10 Persen Bakal Diterapkan pada 2026

Uji Coba Sudah Dilakukan

Sebelumnya, Pertamina telah menguji coba E10 di Surabaya bersama sejumlah mitra otomotif. Hasil awal menunjukkan adanya penurunan emisi gas buang seperti karbon monoksida (CO) dan hidrokarbon (HC).

Halaman:

Editor: Ibrahim Shiddiq

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat

Sabtu, 18 April 2026 | 13:54 WIB
X