Program Makan Bergizi Gratis Jangkau 36 Juta Penerima, Prabowo: Harus Zero Error!

Syamsu Rizal, Redaksi88
- Minggu, 19 Oktober 2025 | 08:50 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus mencapai nol persen. (Dok. Istimewa)
Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus mencapai nol persen. (Dok. Istimewa)

REDAKSI88.com – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus mencapai nol persen insiden kerawanan pangan dan memenuhi 100 persen kebutuhan gizi nasional. Ia menekankan, program unggulan pemerintah itu tidak boleh memiliki celah kesalahan dalam pelaksanaan.

“Kita mau zero error! Zero defect! Walaupun sangat sulit, tapi kita harus,” tegas Prabowo dalam orasi ilmiah pada Sidang Senat Terbuka Pengukuhan Mahasiswa Baru, Wisuda Sarjana, dan Dies Natalis 2025 Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) di Trans Convention Center, Bandung, Sabtu (18/10).

Sejak diluncurkan pada Januari 2025, Prabowo menyebut program MBG telah menjangkau 36,2 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Total lebih dari 1,4 miliar porsi makanan bergizi telah disalurkan dalam kurun kurang dari satu tahun.

Baca Juga: Prabowo Beri 3 Kali Peringatan, Tegaskan Siap Reshuffle Menteri yang Tak Disiplin

Program ini, lanjut Prabowo, tidak hanya menekan angka kerawanan pangan tetapi juga menggerakkan ekonomi rakyat. Tercatat 12.205 dapur MBG telah beroperasi di seluruh Indonesia, masing-masing mempekerjakan sekitar 50 orang pekerja dan melibatkan 15 pemasok pangan di tingkat desa.

“Masing-masing dapur menimbulkan 15 supplier makanan di desa. Masing-masing supplier mempekerjakan 5 sampai 10 pekerja hingga petani. Saudara-saudara, ini prestasi yang tidak kecil, dan kita dibicarakan di dunia internasional,” ujarnya.

Prabowo juga menyampaikan bahwa program MBG kini menjadi perhatian dunia. Ia mengutip laporan dari Rockefeller Institute, lembaga yang berafiliasi dengan State University of New York, yang menyebut bahwa Indonesia menjadi salah satu negara tercepat dalam mengimplementasikan program makan bergizi.

Baca Juga: Prabowo: Tidak Ada Rasa Kasihan untuk Pejabat Nakal, yang Kasihan Rakyat Indonesia

“Indonesia dulu negara ke-78 atau ke-79 yang menjalankan program makan bergizi. Sekarang, sudah ada 112 negara, dan sebagian besar ikut contoh kita,” katanya.

Menurut Prabowo, dibandingkan dengan negara lain, Indonesia mampu menjangkau 36 juta penerima manfaat hanya dalam satu tahun, sementara Brasil memerlukan waktu 11 tahun untuk mencapai skala serupa.

“Ini prestasi yang tidak kecil, dan untuk itu saya ucapkan terima kasih kepada Kepala BGN Prof. Dadan dari IPB,” ucapnya.

Baca Juga: Pemerintah Tambah 80.000 Kuota Program Magang Nasional, Siapkan Anggaran Rp1,4 Triliun

Meski tingkat keberhasilan program mencapai 99,99 persen, Prabowo menegaskan hal itu belum cukup. Ia menilai program strategis seperti MBG harus dijalankan tanpa kesalahan agar manfaatnya benar-benar dirasakan rakyat.

“Di mana ada usaha manusia, 99,99 persen berhasil dibilang gagal. Tapi kita harus terus berjuang. Kita mau nol insiden, nol kesalahan,” tegasnya.

Halaman:

Editor: Syamsu Rizal

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat

Sabtu, 18 April 2026 | 13:54 WIB
X