Prabowo Beri 3 Kali Peringatan, Tegaskan Siap Reshuffle Menteri yang Tak Disiplin

Ibrahim Shiddiq, Redaksi88
- Sabtu, 18 Oktober 2025 | 21:56 WIB
Menyoroti langkah Presiden RI, Prabowo Subianto dalam kebijakan reshuffle atau penggantian menteri di Kabinet Merah Putih.  (Instagram.com/@prabowo)
Menyoroti langkah Presiden RI, Prabowo Subianto dalam kebijakan reshuffle atau penggantian menteri di Kabinet Merah Putih. (Instagram.com/@prabowo)

Redaksi88.com – Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan ketegasannya terhadap para menteri di Kabinet Merah Putih

Dalam pidatonya di acara Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) yang digelar di The Trans Luxury Hotel, Bandung, Sabtu, 18 Oktober 2025, Prabowo menekankan bahwa menteri yang telah diberi tiga kali peringatan namun tetap melanggar aturan akan segera diganti.

Prabowo menyatakan tidak akan ragu mencopot menteri yang dianggap tidak disiplin atau tidak berpihak pada kepentingan rakyat.

Baca Juga: Rp285 Triliun: Mengurai Kerugian Negara dari Skandal Solar Murah

“Anak buah saya hebat-hebat ya. Kalau ada satu dua nakal, saya peringati ya kan? Satu kali peringatan masih nakal, dua kali, tiga kali apa boleh buat reshuffle,” ujar Prabowo.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh jajaran kabinet agar bekerja dengan integritas dan tanggung jawab tinggi demi kepentingan bangsa.

“Saya tidak ragu-ragu, saya akan hadapi kalau koruptor, maling, saya hadapi bersama Saudara-saudara. Saya yakin rakyat Indonesia di belakang saya,” tegasnya.

Baca Juga: 3 Fakta di Balik Ammar Zoni yang Kini Mendekam di Nusakambangan, Diduga Jadi Pengepul Narkoba dari Rutan Salemba

Pernyataan Prabowo ini turut menjadi perhatian publik, mengingat reshuffle kabinet sudah beberapa kali dilakukan selama satu tahun masa pemerintahannya. 

Sikap tegas tersebut menunjukkan komitmen Presiden untuk memastikan seluruh menteri bekerja selaras dengan visi dan kepentingan rakyat.

Awal Mula Jejak Reshuffle

Sejak dilantik pada 20 Oktober 2024, Prabowo telah tiga kali melakukan reshuffle kabinet. 

Perubahan pertama terjadi pada Februari 2025, ketika Satryo Soemantri Brodjonegoro diganti oleh Brian Yuliarto sebagai Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Baca Juga: Pemerintah Tambah 80.000 Kuota Program Magang Nasional, Siapkan Anggaran Rp1,4 Triliun

Pergantian ini dilakukan setelah Satryo terjerat kontroversi internal kementerian. Pengangkatan Brian Yuliarto dilakukan melalui Keputusan Presiden Nomor 26P Tahun 2025. 

Halaman:

Editor: Ibrahim Shiddiq

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X