Redaksi88.com – Pemerintah China menegaskan bahwa proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh tetap berjalan lancar dan memberikan manfaat ekonomi yang besar bagi Indonesia.
Pernyataan ini disampaikan di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap isu restrukturisasi utang proyek tersebut.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menyampaikan bahwa proyek hasil kolaborasi antara Indonesia dan China itu telah beroperasi dengan baik selama dua tahun terakhir dan terbukti membawa dampak positif bagi masyarakat.
“Selama dua tahun terakhir, kereta cepat Jakarta–Bandung telah mempertahankan operasi yang aman, tidak terhambat, dan tertib,” ujar Guo dalam konferensi pers reguler pada Senin, 20 Oktober 2025 lalu.
China Klaim KCJB Beri Dampak Positif Ekonomi Indonesia
Guo menyebut bahwa hingga saat ini KCJB telah melayani lebih dari 11,71 juta penumpang, dengan jumlah pengguna yang terus meningkat setiap bulannya.
Menurutnya, keberadaan proyek tersebut telah memberikan manfaat sosial dan ekonomi yang nyata.
“Manfaat ekonomi dan sosialnya terus dilepaskan, menciptakan sejumlah besar lapangan kerja bagi masyarakat lokal dan mendorong pertumbuhan ekonomi di sepanjang jalur. Ini telah diakui dan disambut baik oleh berbagai sektor di Indonesia,” ucap Guo.
Ia juga menekankan bahwa proyek infrastruktur berskala besar seperti KCJB seharusnya tidak hanya dinilai dari sisi keuangan semata.
Baca Juga: Soal Perbedaan Data Dana Pemda, Menkeu Purbaya Minta Kepala Daerah Langsung Tanya ke BI
Menurutnya, nilai tambah bagi publik dan kontribusinya terhadap konektivitas kawasan memiliki arti yang lebih penting.
“China siap bekerja sama dengan Indonesia untuk terus memfasilitasi operasi kereta cepat Jakarta–Bandung yang berkualitas tinggi agar proyek tersebut berperan lebih besar dalam mendorong pembangunan ekonomi dan sosial Indonesia,” tutupnya.
Polemik Pembiayaan dan Sikap Tegas Menkeu
Di sisi lain, isu pembiayaan proyek kereta cepat ini masih memicu perdebatan di dalam negeri.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk menanggung utang proyek tersebut.
Artikel Terkait
Ramai soal Utang Whoosh, China Justru Ungkap Siap Lanjutkan Proyek Kereta Cepat dengan Indonesia
4 Rencana Prabowo soal Pendidikan: Alokasi Dana Koruptor untuk LPDP hingga Pembagian Buku di Sekolah
Satu Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran, Presiden Umumkan Terobosan di Sektor Ibadah Haji
Soal Perbedaan Data Dana Pemda, Menkeu Purbaya Minta Kepala Daerah Langsung Tanya ke BI
Prabowo Sambut Hangat Presiden Brasil Lula da Silva di Istana Merdeka, Bicara Kekaguman Pimpin Brasil 3 Periode