Viral Lift Kaca Dinilai Merusak Keindahan Pantai Kelingking, Bukti Carut-marut TRAP di Bali?

Ibrahim Shiddiq, Redaksi88
- Rabu, 29 Oktober 2025 | 12:40 WIB
Menyoroti viralnya rangka bangunan lift kaca di kawasan Pantai Kelingking, Bali.  (Instagram.com/@pembasmi.kehaluan.reall)
Menyoroti viralnya rangka bangunan lift kaca di kawasan Pantai Kelingking, Bali. (Instagram.com/@pembasmi.kehaluan.reall)

Redaksi88.com – Sebagian publik di media sosial tengah ramai menyoroti beredarnya video yang memperlihatkan rangka bangunan menyerupai lift kaca di tebing Pantai Kelingking, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali.

Proyek tersebut disebut bertujuan untuk mempermudah wisatawan mengakses pantai yang selama ini hanya bisa dijangkau melalui tangga curam. 

Namun, kehadirannya justru menimbulkan kontroversi karena dianggap merusak panorama alami Pantai Kelingking, salah satu ikon wisata khas Bali.

Baca Juga: Viral Mahasiswi UNS Penerima KIP Dugem di Klub Malam, Bantuan Dicabut hingga Konseling 6 Bulan

Dalam unggahan akun Instagram @pembasmi.kehaluan.reall pada Rabu, 29 Oktober 2025, memperlihatkan pemandangan tebing yang menawan itu, kini dinilai rusak oleh keberadaan rangka bangunan lift kaca itu.

“View seindah ini malah dibangun bangunan seperti ini,” tulis keterangan dalam cuplikan video itu.

Kemunculan struktur logam besar di sisi tebing itu menuai kritik dari sebagian publik. 

Mereka menilai proyek tersebut berpotensi merusak keseimbangan alam, dan bahkan mengancam kestabilan tebing kapur yang dikenal rapuh.

Di sisi lain, pihak pengelola kawasan wisata menegaskan bahwa pembangunan lift kaca tersebut telah melalui izin resmi dari pemerintah daerah. Berikut ulasan lengkapnya.

Baca Juga: Bupati Bengkulu Utara Terima Nomor Izin Edar dari BPOM usai Produk Pengolahan Ikan Lulus Uji Keamanan Pangan

Awal Pembangunan dan Perizinan

Pembangunan proyek lift kaca Pantai Kelingking dilaporkan dimulai pada Juli 2023 lalu. 

Menurut keterangan pemerintah daerah, pembangunan ini dilakukan oleh pengelola kawasan wisata dengan tujuan memberikan akses yang lebih aman bagi wisatawan.

Meski begitu, muncul dugaan bahwa proses perizinan proyek ini tidak melibatkan kajian lingkungan secara menyeluruh. 

Sejumlah pihak juga mempertanyakan apakah izin pembangunan benar-benar memperhitungkan aspek geoteknik, konservasi, hingga estetika kawasan wisata.

Halaman:

Editor: Ibrahim Shiddiq

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat

Sabtu, 18 April 2026 | 13:54 WIB
X