Redaksi88.com – Sebagian publik di media sosial tengah ramai menyoroti beredarnya video yang memperlihatkan rangka bangunan menyerupai lift kaca di tebing Pantai Kelingking, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali.
Proyek tersebut disebut bertujuan untuk mempermudah wisatawan mengakses pantai yang selama ini hanya bisa dijangkau melalui tangga curam.
Namun, kehadirannya justru menimbulkan kontroversi karena dianggap merusak panorama alami Pantai Kelingking, salah satu ikon wisata khas Bali.
Baca Juga: Viral Mahasiswi UNS Penerima KIP Dugem di Klub Malam, Bantuan Dicabut hingga Konseling 6 Bulan
Dalam unggahan akun Instagram @pembasmi.kehaluan.reall pada Rabu, 29 Oktober 2025, memperlihatkan pemandangan tebing yang menawan itu, kini dinilai rusak oleh keberadaan rangka bangunan lift kaca itu.
“View seindah ini malah dibangun bangunan seperti ini,” tulis keterangan dalam cuplikan video itu.
Kemunculan struktur logam besar di sisi tebing itu menuai kritik dari sebagian publik.
Mereka menilai proyek tersebut berpotensi merusak keseimbangan alam, dan bahkan mengancam kestabilan tebing kapur yang dikenal rapuh.
Di sisi lain, pihak pengelola kawasan wisata menegaskan bahwa pembangunan lift kaca tersebut telah melalui izin resmi dari pemerintah daerah. Berikut ulasan lengkapnya.
Awal Pembangunan dan Perizinan
Pembangunan proyek lift kaca Pantai Kelingking dilaporkan dimulai pada Juli 2023 lalu.
Menurut keterangan pemerintah daerah, pembangunan ini dilakukan oleh pengelola kawasan wisata dengan tujuan memberikan akses yang lebih aman bagi wisatawan.
Meski begitu, muncul dugaan bahwa proses perizinan proyek ini tidak melibatkan kajian lingkungan secara menyeluruh.
Sejumlah pihak juga mempertanyakan apakah izin pembangunan benar-benar memperhitungkan aspek geoteknik, konservasi, hingga estetika kawasan wisata.
Artikel Terkait
Menkeu Purbaya Siapkan Denda Tambahan bagi Mafia Baju Bekas: Lihat Lagi Jejak Jaringan Balpres Rp112 Miliar di Bandung–Cimahi
Saat Menkeu Purbaya dan Gaya Ceplas-Ceplos yang Pikat Publik, Dinilai Bikin 'Baku Tikam' Pejabat Lain
Usai Menag Sebut Isu Pelecehan di Ponpes Terlalu Dibesar-besarkan, Akankah Kurikulum Anti Pencabulan Jadi Solusi?
Begini Respons Menkeu Purbaya Saat Jokowi Sebut Whoosh Tak Hanya Mengejar Laba
Sindiran Bahlil ke SPBU Swasta soal Polemik Bensin Campuran Etanol: Jangan Memaksakan Kehendak