Suci menegaskan, masyarakat NTB diharapkan untuk menggunakan air secara bijak dan efisien selama masa kekeringan.
"Saat ini kita masih berada dalam puncak musim kemarau, jadi sangat penting untuk menjaga penggunaan air. Selain itu, masyarakat harus mewaspadai potensi bencana kebakaran hutan dan lahan yang sering terjadi pada musim kemarau," katanya.
Kekeringan ini bukan hanya menjadi ancaman bagi pertanian dan persediaan air bersih, namun juga memperbesar risiko kebakaran lahan yang dapat memperburuk situasi di NTB.
BMKG berharap upaya mitigasi dapat dilakukan dengan cepat untuk mengurangi dampak dari fenomena cuaca ekstrem ini.***
Artikel Terkait
Sejarah Hari Musik Universal yang Selalu Diperingati 12 Oktober
Ini Beberapa Pendapat Pakar Psikolog Soal Viral Fenomena Video Syur Pelajar
Speedboat Ditumpangi Cagub Maluku Utara Benny Laos Terbakar
Speedboat Terbakar Saat Kampanye, Benny Laos Selamat, Lima Orang Meninggal
Misteri Kerasukan Massal Mahasiswa Unras Alami Pengalaman Mistis di Hutan Kota Argamakmur
Badai Matahari Kuat Ancam Indonesia: BMKG Peringatkan Dampak Serius Akhir Pekan Ini