Prabowo Lebih Blak-blakan Ketimbang Jokowi, Intip Beda Gaya Pidato Dua Sosok Presiden RI yang Ikonik

Syamsu Rizal, Redaksi88
- Selasa, 22 Oktober 2024 | 09:52 WIB
Potret Presiden RI ke-7 Jokowi dan Presiden RI ke-8 Prabowo Subianto. (Instagram.com/@prabowo)
Potret Presiden RI ke-7 Jokowi dan Presiden RI ke-8 Prabowo Subianto. (Instagram.com/@prabowo)

Dalam pidatonya tahun 2014, Jokowi menekankan pentingnya bekerja secara nyata untuk menghadapi tantangan bagi Indonesia untuk lima tahun kepemimpinannya.

"Lima tahun ke depan, menjadi momentum pertaruhan kita sebagai bangsa yang merdeka. Oleh sebab itu, bekerja, bekerja, dan bekerja, adalah yang utama," terang Jokowi.

Berbeda dengan gagasan Prabowo dalam pidato perdananya tahun 2024, yang lebih menekankan pentingnya keberanian dalam menghadapi tantangan di luar maupun dalam negeri.

"Saya mengajak saudara-saudara, terutama untuk unsur pimpinan dari kalangan, cendikiawan, ulama, pengusaha, pemimpin politik, pemuda dan mahasiswa. Mari kita berani menghadapi tantangan tersebut," ajak Prabowo.

Baca Juga: Kabinet ‘Gemuk’ Presiden Prabowo Ternyata Pernah Terjadi di Era Kepemimpinan Soekarno, Ada yang Sampai 132 Anggota!

Ajakan Persatuan

Tampak juga perbedaan gagasan Jokowi dan Prabowo dalam mengajak masyarakat untuk bersatu menghadapi masalah-masalah yang terjadi di tanah air.

Jokowi lebih cenderung memberikan pengandaian dirinya sebagai nahkoda yang siap memimpin pelayaran kapalnya menghadapi gelombang dan hempasan ombak yang menggulung.

"Sebagai nahkoda yang dipercaya oleh rakyat, saya mengajak semua warga bangsa untuk naik ke atas kapal Republik Indonesia dan berlayar bersama menuju Indonesia Raya," ujar Jokowi.

"Kita akan kembangkan layar yang kuat, kita akan hadapi semua badai dan gelombang samudera dengan kekuatan kita sendiri. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa merestui upaya luhur kita bersama," tutup Jokowi.

Baca Juga: Siapa Nasaruddin Umar: Ini Sosok dan Profil Menag Besutan Presiden Prabowo Subianto

Sementara itu, Prabowo lebih secara gamblang menyampaikan masalah kemiskinan dan penyimpangan yang terjadi antara pejabat politik.

Dalam pidatonya, Prabowo mengajak semua pihak untuk bersatu dan tidak takut untuk menghadapi realita tersebut.

"Faktanya, masih banyak rakyat Indonesia yang masih hidup di bawah garis kemiskinan. Kita juga harus berani mengakui terlalu banyak kebocoran dari anggaran kita, jangan lah kita takut untuk melihat realita ini," terang Prabowo.

"Mari kita menatap ancaman dan bahaya dengan gagah, mari kita menghadapi kesulitan dengan berani, marilah kita bersatu untuk mencari solusi, jalan keluar, dari ancaman dan bahaya tersebut," tutup Prabowo dalam pidatonya.***

Halaman:

Editor: Syamsu Rizal

Sumber: Setkab RI

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X