Apa Itu Kurikulum Deep Learning? Intip 3 Fakta Terkait Model Belajar Baru yang Digagas Mendikdasmen RI Untuk Siswa di Indonesia

Syamsu Rizal, Redaksi88
- Jumat, 8 November 2024 | 15:53 WIB
Potret Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mukti yang membocorkan terkait kurikulum deep learning, berikut ini ulasan selengkapnya. (Instagram.com/@abe_mukti)
Potret Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mukti yang membocorkan terkait kurikulum deep learning, berikut ini ulasan selengkapnya. (Instagram.com/@abe_mukti)

"Kita arahkan dengan pembelajaran mindful, meaningful, dan joyful," sebut Mukti dalam kesempatan yang sama.

Model Belajar di Australia Sejak Tahun 1995

Dalam kesempatan yang sama, Mukti menjelaskan model pembelajaran dari kurikulum deep learning sudah ada sejak 1995.

Mendikdasmen RI itu menceritakan pengalamannya belajar kurikulum deep learning saat menjalani perkuliahan gelar Master of Education di Flinders University, Adelaide, Australia.

Baca Juga: Prabowo Kumpulkan 5.360 Pejabat Pusat dan Daerah, Tegaskan Pentingnya Efisiensi untuk Selamatkan Uang Negara

Terkait hal tersebut, Mukti ingin siswa di Indonesia juga dapat diarahkan untuk mendapatkan pembelajaran serupa.

Mukti pun mencontohkan, pembelajaran dengan prinsip mindful dapat dilakukan oleh guru untuk menyadari setiap murid memiliki karakteristik yang berbeda.

Kemudian, prinsip mindful itu diterapkan agar para siswa didorong untuk berpikir kritis dan terlibat aktif selama proses belajar.

"Tiba-tiba ada yang bertanya di tengah pelajaran, jangan dihentikan," tandasnya.

Tiga Elemen dalam Kurikulum Deep Learning

Seperti diketahui, Mendikdasmen RI telah membuat gagasan terkait kurikulum deep learning sebagai kurikulum baru di Indonesia dengan pendekatan pembelajaran yang lebih mendalam.

Dikutip dari Teacher Magazine, berikut ini tiga elemen dalam kurikulum deep learning yang menjadi metode pembelajaran yang disebut Mukti telah diterapkan di Australia:

1. Mindful Learning

Elemen ini berarti para guru dapat menghargai keunikan dan keterlibatan siswa yang bertujuan untuk memberikan ruang bagi siswa untuk aktif terlibat dalam proses belajar.

Mindful learning akan lebih memperhatikan perbedaan kebutuhan dan potensi setiap siswa selama proses belajar berlangsung.

Melalui pendekatan ini, siswa diharapkan dapat terlibat langsung melalui diskusi, eksperimen, dan eksplorasi terhadap materi yang diajarkan oleh sang guru.

2. Meaningful Learning

Halaman:

Editor: Syamsu Rizal

Sumber: Media Sosial, Teacher Magazine

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat

Sabtu, 18 April 2026 | 13:54 WIB
X