REDAKSI88.com, Jakarta- Fenomena judi online (Judol) kian mengkhawatirkan di Indonesia.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyoroti akar permasalahan tumbuh suburnya praktik ini.
Salah satunya adalah kemudahan akses melalui mekanisme deposit dengan nominal sangat rendah, bahkan mulai dari Rp 500.
Kemudahan ini menjadi pintu masuk bagi masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah, yang berharap mendapatkan keuntungan instan tetapi justru terjebak dalam lingkaran adiksi dan kerugian finansial.
Menurut Menhariq, judi online sebenarnya bukan hanya perjudian biasa, melainkan penipuan yang dirancang secara sistematis.
Baca Juga: 7 Artis Gagal Taklukkan Panggung Politik di Pilkada 2024
Peluang kemenangan sangat kecil, tetapi skema ini memanfaatkan psikologi pemain dengan memberikan kemenangan kecil pada awalnya.
“Judi online ini bukan sekadar perjudian, ini penipuan, scam. Skemanya diatur sedemikian rupa. Peluang menang itu nol koma sekian persen. Pemain diberi harapan palsu dengan kemenangan kecil, tetapi ketika deposit besar, justru kalah terus,” jelasnya.
Masyarakat yang menjadi target utama judi online seringkali berasal dari kelas menengah ke bawah dengan literasi digital dan finansial yang rendah.
Baca Juga: Bukan Trik Marketing, Ini alasan Rutin Ganti Oli Mesin Pada Kendaraan
Mereka berharap memperoleh kekayaan secara instan tanpa memahami risiko yang tersimpan di balik permainan tersebut.
“Ini seperti candu. Awalnya mereka menang dengan deposit kecil, tetapi kemudian terjerumus untuk terus bermain. Pada akhirnya, uang yang seharusnya untuk kebutuhan sehari-hari habis untuk sesuatu yang hanya ilusi kemenangan,” tambah Menhariq.
Ia juga mengingatkan bahwa sistem judi online sangat manipulatif, di mana bandar memiliki kendali penuh atas peluang kemenangan pemain. “Rezeki sudah diatur Tuhan, tapi kok malah ingin diatur sama bandar,” sindirnya.
Baca Juga: Desember 2024 Bulan Berkah Tujuh Weton, Apa Rahasia Keberuntungan Mereka?
Artikel Terkait
Pemerintah Desa Pasar Sebelat Dilaporkan ke Polres Bengkulu Utara
Bea Cukai Sita 289 Ponsel Ilegal, Termasuk iPhone 16 Senilai Rp 714 Juta
Peristiwa Tragis di Perumahan Taman Bona Indah, Remaja 14 Tahun Tega Menghabisi Ayah dan Neneknya
Kronologi Peristiwa Tragis di Perumahan Taman Bona Indah, Remaja 14 Tahun Tega Menghabisi Ayah dan Neneknya
Prabowo Paparkan Program Makan Bergizi Gratis, Anggaran Per Anak Rp10 Ribu
Viral! Pengendara Motor Nekat Terobos Plang Kereta Api, Adu Mulut dengan Petugas
7 Artis Gagal Taklukkan Panggung Politik di Pilkada 2024