Redaksi88.com - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengimbau para pejabat, mulai dari menteri hingga pimpinan daerah, untuk menahan diri “Puasa” untuk melakukan perjalanan ke luar negeri selama lima tahun ke depan.
Langkah ini, menurutnya, akan menjadi upaya strategis dalam menciptakan efisiensi anggaran guna menyelesaikan berbagai program prioritas bagi rakyat.
“Tolonglah, ya, para menteri, puasa dulu, puasanya lima tahun. Kalau lima tahun kita hemat 1,5 miliar dolar AS hanya dari perjalanan saja,” ujar Presiden Prabowo dalam siaran langsung YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (4/12).
Presiden menegaskan, kebijakan ini sejalan dengan visinya untuk memangkas anggaran yang selama ini terserap oleh kegiatan seremonial atau selebrasi yang kurang mendesak. Berdasarkan data yang ia sampaikan, perjalanan dinas luar negeri menyedot anggaran hingga 3 miliar dolar AS setiap tahun.
Jika efisiensi dilakukan hingga 50 persen, menurut Prabowo, dana yang dihemat bisa dialokasikan untuk program prioritas seperti pembangunan infrastruktur dan penyediaan makanan bergizi gratis.
"Kalau bisa dikurangi 50 persen, artinya kita bisa menghemat Rp15 triliun. Rp15 triliun itu bisa membangun berapa bendungan, memperbaiki berapa irigasi, berapa sekolah dasar, dan memberi makan anak-anak sekolah," tegasnya.
Ajakan ini menjadi refleksi komitmen Presiden untuk memastikan bahwa setiap rupiah anggaran negara dapat memberikan manfaat maksimal bagi kesejahteraan rakyat.***
Artikel Terkait
Kedatangan Presiden Prabowo di Kupang Disambut Antusias, Warga Optimistis Program Makan Bergizi Gratis
BMKG Imbau Waspada Cuaca Ekstrem Selama Nataru 2024-2025
Komisi III DPR RI Dorong Usulan SIM dan STNK Berlaku Seumur Hidup, Meringankan Beban Masyarakat
Memanas! PT Agricinal Gunakan Karyawan Bongkar Paksa Blokade Jalan, Mediasi dengan Warga Kembali Buntu
4 Fakta Kontroversi Gus Miftah, Dari Sebutan 'Goblok' untuk Penjual Es Teh hingga Momen Klarifikasi yang Menuai Kritikan Publik