REDAKSI88.com, JAKARTA - Polemik mengenai gas LPG 3 kilogram (kg) dalam beberapa hari terakhir menjadi topik perbincangan yang serius di masyarakat.
Regulasi yang sempat dikeluarkan pemerintah menyebabkan suplai Elpiji 3 kg hanya sampai pangkalan, tanpa diteruskan ke pengecer, sehingga menimbulkan polemik.
Akibat kebijakan tersebut, masyarakat berbondong-bondong mengantre untuk mendapatkan gas melon, menciptakan kekhawatiran akan kelangkaan dan kenaikan harga.
Karena kondisi yang tidak terkendali, Presiden Prabowo memanggil Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk membahas izin pengecer menjual gas LPG 3 kg.
Baca Juga: Menko AHY Soroti Kecelakaan Maut di Gerbang Tol Ciawi, Ingatkan Keselamatan dan Evaluasi Kesalahan
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menyatakan pada Selasa, 4 Februari 2025, pengecer kembali diperbolehkan menjual gas Elpiji 3 kg.
Selain itu, ia menegaskan adanya penertiban pengecer yang nantinya akan difungsikan sebagai sub pangkalan dalam sistem distribusi gas.
"Presiden Prabowo menginstruksikan Menteri ESDM untuk mengaktifkan kembali pengecer serta menertibkan pengecer menjadi agen sub pangkalan secara bertahap," ujar Dasco.
Menteri Bahlil Sidak ke Pangkalan Gas di Riau
Pada Rabu, 5 Februari 2025, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia melakukan inspeksi mendadak di pangkalan gas Jalan Tengku Bey, Kota Pekanbaru, Riau.
Sidak ini bertujuan untuk memastikan harga pasar gas Elpiji 3 kg tetap sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah.
Baca Juga: Tragedi Penembakan WNI di Malaysia, Dugaan Penyelundupan Narkoba dan Senjata Mencuat
"Saya melihat di pangkalan ini harga LPG Rp18.000, dan masyarakat bisa membelinya dengan harga tersebut," kata Bahlil.
"Harga yang diinginkan pemerintah adalah di bawah Rp22.000 agar tetap terjangkau bagi masyarakat luas," tambahnya.
Namun, ia masih menemukan pengecer yang menjual gas Elpiji 3 kg dengan harga Rp22.000 per tabung kepada masyarakat.
Artikel Terkait
Belum Dinaturalisasi PSSI, Kiper Serie B Ini Jadi Sorotan Setelah Palermo Sebutnya 'Orang Indonesia'
Korban Penembakan Aparat Malaysia Bertambah, Satu WNI yang Koma Meninggal Dunia
PM Anwar Ibrahim Minta Insiden Penembakan WNI Tak Ganggu Hubungan Indonesia dan Malaysia
Tragedi Penembakan WNI di Malaysia, Dugaan Penyelundupan Narkoba dan Senjata Mencuat
Sebelum Lepaskan Tembakan, Mendagri Malaysia Ungkap APMM Sudah Memberikan Peringatan Sesuai Prosedur
Menko AHY Soroti Kecelakaan Maut di Gerbang Tol Ciawi, Ingatkan Keselamatan dan Evaluasi Kesalahan